Skip to main content
x
Daerah
tsk

Ini Motif Suami Bunuh Istrinya di Lebong

Wartaprima.com - Polisi mengungkap motif YR alias Ib (33) yang membunuh istrinya sendiri DF (30) pada Jumat (12/2/2021) siang sekira pukul 13.00 WIB dikediamannya di Desa Nangai Tayau Kecamatan Amen Kabupaten Lebong . DF yang merupakan PNS di Pemkab Lebong meninggal dunia setelah YR melilit lehernya dengan kain hordeng. Untuk menghilangkan kesan dibunuh, YF kemudian menggantung istrinya dengan kain gendongan. YF kemudian pergi meninggalkan rumah dan tak lama kemudian pulang dengan membuat cerita bahwa istrinya bunuh diri. 

Keluarga korban curiga dan lapor polisi
Dari keterangan suami korban kepada polisi, korban meninggal dunia karena bunuh diri. Namun polisi tidak percaya begitu saja. Berdasarkan oleh TKP dan penyelidikan, polisi mendapati sesuatu yang janggal. Sebelumnya, keluarga juga curiga kematian korban ada yang janggal, yakni saat keluarga korban memandikan mayat korban, ditemukan luka memar bekas benda tumpul.

Makam dibongkar

Atas persetujuan pihak keluarga, makam korban pada Kamis (18/2/2021) di pemakaman umum Desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur Kabupaten Lebong akhirnya dibongkar petugas.

"Dari hasil penyelidikan, dicurigai ada penyebab lain dari kematian korban sehingga kami berinisiatif untuk melakukan otopsi dengan membongkar makam korban," kata Kapolres Lebong Polda Bengkulu AKBP Ichsan Nur S.IK melalui Kapolsek Lebong Utara AKP L Naibaho SH.

Saat pembongkaran makam korban, polisi juga menghadirkan suami korban, YR alias Ib (33). Sebanyak 32 polisi dikerahkan ke lokasi untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Polisi periksa suami korban

Dari keterangan polisi, ditubuh korban ditemukan bekas luka memar diduga akibat benturan benda tumpul. Hal itu diketahui oleh keluarga korban saat memandikan mayatnya. Karena curiga korban meninggal bukan karena bunuh diri, keluarga korban akhirnya melapor ke polisi.

Polisi kemudian memeriksa suami korban. Namun hampir seminggu, suami korban masih bertahan bahwa istrinya meninggal dunia karena bunuh diri. Akhrinya setelah dibeberkan bukti-bukti dan hasil penyelidikan, suami korban mengakui telah membunuh korban.

"Untuk mengelabuhi perbuatannya, suami korban menggantung korban dengan menggunakan kain seolah-olah korban melakukan tindakan bunuh diri," ungkap Kapolsek.

"Kuat dugaan korban dibunuh oleh suaminya sendiri. Suaminya sudah kita tahan dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan," kata Kapolsek. 

Motif bunuh istri karena korban memarahi anak berlebihan dan mengungkit masa lalunya

Diakui tersangka, pada saat itu sekira pukul 13.00 WIB, korban menyuapi anaknya yang rewel tidak mau makan. Kesal dengan tingkah anaknya, korban lalu memarahi anaknya yang masih balita itu. Melihat istrinya marah-marah, tersangka lalu menegur agar jangan kelewatan memarahi anak.

“Jangan cak itu nian marahi anak tu, malu didengar orang,” kata tersangka.

Kemudian korban menjawab dengan jawaban yang kurang mengenakan menurutnya (tersangka, red).

“Pacaklah aku, cak ikolah aku dak ado urusannyo kek orang,” sahut korban ditirukan oleh tersangka.

Kemudian korban berdiri dan membanting piring ke arah tersangka dan mengenai kaki kanannya. Melihat tingkah korban tersebut, dia mengaku ikut tersulut emosi dan meninju dada sebelah kanan korban yang mengakibatkan korban terjatuh.

Kemudian tersangka menghampiri anaknya dan menggendong sambil menimang-nimang hingga anaknya tertidur, kemudian ditidurkan di kamar.

Hanya saja tersangka mengaku istrinya masih saja marah-marah dan menyebut tentang masa lalu tersangka yang pernah menikah dengan wanita lain.

“Bahaslah terus,” kata tersangka, menjawab omelan istrinya.

Keadaan semakin memanas, korban kembali menyerang tersangka, memukul bagian dada sambil berusaha mencakar tapi tidak mengenai tersangka. Tersangka lalu mendorong korban hingga terjatuh ke lantai.

Tersangka mengaku dirinya sempat menghindar dengan keluar dari kamar, tapi korban masih saja mengejar, dan pada saat itulah tersangka gelap mata dan menarik gorden yang terpasang di pintu kamar lalu melilitkan ke leher korban sekitar satu menit. Akibatnya, korban tercekik dan batuk-batuk kemudian mulai melemah dan tidak bergerak lagi karena lilitan kain tersebut.

Melihat kondisi demikian itu, tersangka panik dan berusaha menghilangi jejak dengan mengambil kain gendong yang ada di dalam kamar kemudian mengikatkannya pada leher korban lalu digantungkan pada kusen pintu agar terlihat seperti bunuh diri.

Setelah mengeksekusi korban, tersangka keluar rumah menggunakan mobil. Selang setengah jam, tersangka kembali lagi ke rumahnya dan berteriak-teriak minta tolong seolah istrinya bunuh diri.

Saat ini, suami korban sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel tahanan Polres Lebong guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (YF)

  • Total Visitors: 424769

Facebook comments

Promotion

Adsense Page