Skip to main content
x
Foto:Resmob Kotamobagu dan Rumah Hibah Memberikan makanan gratis pada Warga.

“Bukan Uang, Tapi Doa: Resmob Kotamobagu dan Rumah Hibah Kenyangkan Warga di Jumat Penuh Haru”

Kotamobagu,WartaPrima.com– Jumat (16/01/2026) siang itu, aroma masakan hangat menyatu dengan lantunan doa dan senyum penuh syukur. Di depan Kantor Satlantas/Resmob Kota Kotamobagu, Tim Resmob Kotamobagu bersama Rumah Hibah menghadirkan sebuah pemandangan yang menyentuh hati: makan gratis sampai kenyang, dibayar bukan dengan uang, melainkan doa.

Foto: Antusias Warga Mendapatkan Makanan gratis dari Resmob dan Rumah hibah

Tanpa sekat, tanpa syarat, tanpa pertanyaan. Siapa pun yang datang dipersilakan duduk, menikmati makanan hangat, dan pulang dengan hati yang lebih ringan. Tukang ojek, pedagang kecil, pekerja serabutan, hingga warga yang kebetulan melintas—semua disambut dengan senyum dan sapaan ramah.

Bagi sebagian warga, sepiring makanan sederhana itu bukan sekadar pengganjal perut, melainkan bukti bahwa mereka tidak sendiri. Ada perhatian, ada kepedulian, ada tangan-tangan yang rela berbagi di hari Jumat yang penuh berkah.

“Bayarnya cukup pakai doa,” begitu kalimat yang terpasang sederhana, namun sarat makna. Kalimat itu membuat banyak warga terdiam sejenak, menundukkan kepala, memanjatkan doa dengan tulus—untuk kebaikan, untuk keselamatan, dan untuk semua yang telah berbagi.

Perwakilan Tim Resmob Kotamobagu menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari niat sederhana: berbagi kebahagiaan dan menegaskan bahwa kehadiran polisi bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan.

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kami ada bersama mereka. Semoga makanan ini membawa keberkahan dan doa-doa yang dipanjatkan kembali sebagai kekuatan bagi kita semua,” ujarnya lirih.
Sementara itu, Rumah Hibah menilai kolaborasi ini sebagai bentuk kepedulian yang tulus dan harus terus dijaga.

“Makan gratis sampai kenyang bukan soal makanan, tapi soal rasa kemanusiaan. Ketika orang makan dengan tenang dan berdoa dengan ikhlas, di situlah nilai kebersamaan tumbuh,” ungkap salah satu pengurus.
Di akhir kegiatan, doa-doa sederhana dipanjatkan bersama. Bukan hanya untuk mereka yang makan, tetapi juga untuk Kota Kotamobagu—agar tetap aman, damai, dan penuh kasih di tengah segala keterbatasan.
Jumat itu, di depan Samsat Kotamobagu,

sebuah pelajaran berharga terhidang: "kebaikan tidak selalu mahal, tapi selalu bermakna"..**(Bams*/*)