Bersama PKBM Ilmu Bunda, Rutan Bengkulu Adakan Program Paket C Bagi Warga Binaan
BENGKULU - Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu dalam waktu dekat ini akan merancang kerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ilmu Bunda Bengkulu. Adapun bentuk kerja sama tersebut dalam bentuk pelaksanaan kegiatan belajar program paket C setara SMA. Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan PKBM Ilmu Bunda, Ema Nasiha Kepada Kepala Rutan Kelas IIb Bengkulu saat didampingi oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Pebbry Yantoni, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi dan Kasubsi Pengelolaan, Ganang Mahardiko.
Menurut Ema saat ini pihaknya sedang menjajaki bentuk kerjasama yang akan dibangun yang nantinya akan dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak PKBM Ilmu Bunda dengan Rutan Kelas IIB Bengkulu.
"Saat ini kita masih dalam tahap sosialisasi, bahwasannya kita dari pihak PKBM Ilmu Bunda merupakan Yayasan resmi dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu yang bergerak dibidang pelaksanaan program Paket C setara SMA," jelasnya.
Ema menjelaskan bahwa program serupa sebelumnya sudah dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bengkulu sejak 2018 lalu.
"Yayasan kita sudah berdiri sejak 2011, untuk program paket C bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, sebelumnya sudah kita laksanakan sejak 2018 di Lapas Bentiring dan LPKA Bangkulu, sekarang kita coba terapkan program ini di Rutan Bengkulu," papar Ema.
Ema juga menambahkan bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah pembelajaran tatap muka di Rutan dengan waktu yang dikondisikan sesuai dengan ketentuan yang nantinya akan disepakati.
"Untuk bentuk kegiatannya nanti kita akan datangkan tenaga pengajar ke rutan, waktu dan lokasinya kita menyesuaikan dari pihak Rutan," tukasnya.
Sementara itu Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, Farizal Antony, menjelaskan pihak Rutan sangat mendukung program kerja sama tersebut. Menurutnya saat ini pihak rutan sedang mengkaji kebutuhan dokumen yang diperlukan dalam penyusunan rencana kerja sama tersebut.
"Pada dasarnya kita sangat mendukung dan menyetujui rencana kerjasama ini, karena nilai manfaatnya sangat besar khususnya bagi WBP yang putus sekolah atau belum memiliki ijazah SMA," ujar Karutan.
Ditambahkan juga oleh Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihawandi, bahwa pelaksanaan program Paket C tersebut nantinya akan menyasar seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan, baik itu tahanan maupun Narapidana.
"Nanti akan kita rancang bagaimana program ini dapat diberikan keseluruh WBP, tidak hanya narapidana tapi juga tahanan. Namun untuk juknisnya akan kita pelajari lebih lanjut," pungkas Kasubsi Pelayanan Tahanan.
