Dorong Rehabilitasi Spiritual, Rutan Bengkulu Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kemenag
BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu dalam rangka memperkuat program pembinaan kerohanian bagi warga binaan.
Penandatanganan perjanjian berlangsung di Kantor Kanwil Kemenag Bengkulu dan dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu, Ajamalus, Senin (21/7).
Kerja sama ini mencakup pelaksanaan berbagai program keagamaan di lingkungan Rutan Bengkulu, mulai dari pengajian rutin, ceramah agama, hingga pelatihan keagamaan yang bertujuan membina mental dan spiritual warga binaan.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan menyeluruh yang tidak hanya menekankan pada aspek keamanan dan kedisiplinan, tetapi juga penguatan karakter melalui pendekatan spiritual.
“Pembinaan kerohanian menjadi elemen penting dalam proses pemasyarakatan. Kami menyadari bahwa perubahan perilaku warga binaan dapat dibentuk melalui pendekatan keagamaan yang tepat dan berkelanjutan. Dengan adanya dukungan dari Kemenag, kami optimistis pembinaan di Rutan Bengkulu akan semakin maksimal,” ujar Yulian usai penandatanganan.
Senada dengan itu, Plt. Kakanwil Kemenag Bengkulu, Ajamalus, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa Kemenag memiliki sumber daya yang memadai, mulai dari penyuluh agama hingga program pembinaan khusus yang dapat disinergikan dengan kebutuhan di Rutan.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari tugas kami dalam memberikan layanan keagamaan kepada seluruh masyarakat, termasuk warga binaan. Semoga sinergi ini dapat membawa manfaat besar dalam membentuk pribadi-pribadi yang lebih baik dan religius,” ungkap Ajamalus.
Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak juga berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pembinaan berbasis keagamaan sebagai upaya menyiapkan warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Acara turut dihadiri oleh sejumlah pejabat struktural dari Rutan Bengkulu dan Kanwil Kemenag Bengkulu, serta menjadi momentum penting dalam memperkuat peran lembaga negara dalam mendukung pembinaan yang berorientasi pada pemulihan dan pemberdayaan.
