Skip to main content
x
rutan

Dukung Program Nasional, Rutan Bengkulu Jalankan Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian dan Perikanan

Rutan Bengkulu Kembangkan Ketahanan Pangan dengan Tanaman Buah dan Perikanan

25 September 2025

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bengkulu terus melakukan inovasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Tidak hanya fokus pada budidaya sayuran, kini Rutan Bengkulu mulai memvariasikan program tersebut dengan penanaman buah-buahan seperti semangka, melon dan pisang, serta mengoptimalkan sektor perikanan.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya memaksimalkan lahan yang tersedia di lingkungan rutan agar dapat memberikan manfaat lebih luas. “Kami tidak hanya ingin sekadar memanfaatkan lahan kosong, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap program ketahanan pangan. Dengan menanam semangka dan pisang, kami berharap hasilnya bisa dimanfaatkan baik untuk kebutuhan internal maupun sebagai nilai tambah produktivitas warga binaan,” ujar Yulian.

Menurutnya, buah-buahan dipilih karena memiliki nilai gizi tinggi, harga jual yang cukup stabil di pasaran, serta relatif mudah dibudidayakan. Semangka, misalnya, menjadi salah satu komoditas favorit masyarakat, sedangkan pisang memiliki prospek panen berkelanjutan dengan perawatan yang tidak terlalu rumit.

Selain sektor pertanian, Rutan Bengkulu juga mengembangkan ranah perikanan sebagai penunjang ketahanan pangan. Pembina Kemandirian Nanang Darmawan, menjelaskan pihaknya juga telah mengoptimalkan kolam budidaya ikan yang disiapkan untuk pembesaran ikan nila. Program ini tidak hanya menambah variasi sumber pangan, tetapi juga memberikan keterampilan baru bagi warga binaan yang kelak bisa menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

“Perikanan menjadi salah satu fokus kami karena selain menyediakan asupan protein hewani, kegiatan ini juga memberikan peluang usaha. Warga binaan dilatih cara merawat kolam, memberi pakan, hingga memanen ikan. Harapannya, setelah bebas nanti mereka bisa membuka usaha mandiri di bidang ini,” ujar Nanang.

Lebih lanjut Nanan menyampaikan, Program ketahanan pangan di Rutan Bengkulu sejatinya sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu, terutama dalam bentuk penanaman sayur-sayuran seperti kangkung, cabai, dan terong. Namun, variasi baru dengan menambahkan buah-buahan dan sektor perikanan dianggap mampu memperkaya kualitas program sekaligus memperluas manfaat yang dihasilkan.

Upaya ini juga sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan agar berperan aktif mendukung ketahanan pangan nasional demi mewujudkan Asta Cita Presiden RI. Di tengah tantangan ekonomi dan isu ketahanan pangan global, langkah Rutan Bengkulu menjadi contoh nyata bahwa UPT pemasyarakatan bisa menjadi bagian dari solusi.