Gandeng CPNS, Rutan Bengkulu Gencarkan Penyuluhan Kesehatan di Dalam Rutan
Bengkulu - Dalam upaya meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi kesehatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Bengkulu mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan dengan fokus pada penyakit tidak menular, khususnya hipertensi. Kegiatan ini berlangsung di Masjid At-Taubah Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bengkulu pada Rabu (30/7) dan diikuti dengan antusias oleh puluhan warga binaan.
Penyuluhan ini disampaikan langsung oleh dr. Bella Oktaviani, CPNS Dokter Ahli Pertama, yang turut didampingi oleh Monica Susan Afriyani, CPNS Bidan Terampil. Kegiatan ini merupakan bagian dari orientasi tugas mereka sekaligus bentuk kontribusi awal dalam mendukung program pembinaan kesehatan di lapas dan rutan.
Dalam pemaparannya, dr. Bella Oktaviani menjelaskan secara rinci mengenai penyakit hipertensi yang dikenal sebagai “silent killer”. Ia mengungkapkan bahwa hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diderita di Indonesia, termasuk di lingkungan tertutup seperti rutan dan lapas. Ia menekankan pentingnya deteksi dini serta pengelolaan gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi serius seperti serangan jantung dan stroke.
“Banyak dari kita tidak menyadari bahwa tekanan darah kita tinggi karena gejalanya sering kali tidak terasa. Oleh karena itu, sangat penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah, menjaga pola makan rendah garam, berolahraga ringan, serta mengelola stres,” ujar dr. Bella dalam penyuluhannya.
Sementara itu, Monica Susan Afriyani turut menyampaikan pentingnya peran aktif warga binaan dalam menjaga kesehatan diri. Ia juga memberikan beberapa tips sederhana mengenai aktivitas fisik yang dapat dilakukan di dalam rutan serta pentingnya hidrasi yang cukup.
Kegiatan penyuluhan ini tidak hanya bersifat satu arah. Para warga binaan tampak aktif mengajukan pertanyaan, terutama mengenai keluhan yang mereka rasakan dan bagaimana cara mencegah tekanan darah tinggi tanpa obat. Interaksi yang hangat tersebut menunjukkan tingginya minat warga binaan terhadap informasi kesehatan yang relevan dengan kondisi mereka.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Yulian Fernando menyampaikan apresiasi atas inisiatif para CPNS formasi kesehatan dalam memberikan edukasi kepada warga binaan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan dan rehabilitasi kesehatan di lingkungan rutan.
“Kami sangat mendukung kegiatan penyuluhan seperti ini karena kesehatan adalah hak semua orang, termasuk warga binaan. Ini juga menjadi wujud dari semangat pemasyarakatan yang humanis,” ujar Yulian.
Kegiatan diakhiri dengan pemeriksaan tekanan darah secara sukarela kepada warga binaan yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya. Dengan kegiatan ini, diharapkan para warga binaan dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi di dalam lingkungan rutan.
