Gelar Panen Terong, Rutan Bengkulu Dorong Produktivitas dan Keterampilan WBP
Bengkulu – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menggelar kegiatan panen hasil pertanian, kali ini berupa panen terong ungu, Jum'at (11/7).
Kegiatan panen ini dipimpin langsung oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan (Yantah), Rafi Rizaldi, didampingi oleh staf subseksi Yantah dan Wakil Kepala Regu Pengamanan (Wakarupam). Panen dilakukan di area kebun binaan Rutan Bengkulu yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan dan ketahanan pangan berbasis lingkungan.
Dalam keterangannya, Rafi Rizaldi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari pembinaan positif yang dilakukan terhadap warga binaan. Selain memberikan bekal keterampilan di bidang pertanian, kegiatan ini juga bertujuan membentuk pola hidup produktif dan disiplin.
“Kami berupaya agar para WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh manfaat dan keterampilan yang bisa mereka bawa setelah bebas nanti. Panen ini adalah bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat, WBP bisa berkarya dan produktif,” ujar Rafi.
Program pertanian ini merupakan bagian dari 13 Langkah Akselerasi Pemasyarakatan yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, serta sejalan dengan upaya Rutan Bengkulu dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aktif dan berdaya guna.
Hasil panen terong ini nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Rutan, sehingga turut menekan biaya operasional sekaligus menjamin asupan sayuran segar bagi warga binaan. Selain terong, lahan pertanian rutan juga ditanami berbagai komoditas seperti kangkung, cabai, dan timun blewah.
Dengan keterlibatan aktif petugas dan dukungan dari para WBP, kegiatan panen ini diharapkan dapat menjadi motivasi bersama untuk terus mengembangkan program pembinaan yang bermanfaat dan berkelanjutan. Rutan Bengkulu berkomitmen menjadikan pembinaan keterampilan sebagai bagian penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan ke masyarakat.
