Skip to main content
x
Lantunan Shalawat Iringi Pembinaan Warga Binaan Rutan Bengkulu

Lantunan Shalawat Iringi Pembinaan Warga Binaan Rutan Bengkulu

BENGKULU – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Bengkulu yang tergabung dalam kelompok santri mengikuti latihan hadroh di Masjid At-Taubah, Sabtu (9/8). Kegiatan ini dipantau langsung Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yantah), Rafi Rizaldi.

Suara rebana berpadu lantunan shalawat menggema di seluruh masjid. Para WBP terlihat bersemangat mempelajari teknik memukul rebana, menjaga ritme, dan menghafal syair shalawat di bawah bimbingan instruktur internal.

Rafi Rizaldi mengatakan, hadroh bukan hanya hiburan, tetapi sarana menanamkan nilai religius, disiplin, dan kebersamaan. “Kegiatan positif seperti ini membentuk karakter dan menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW,” ujarnya.

Menurut Rafi, kelompok santri di Rutan Bengkulu memang mendapatkan porsi pembinaan keagamaan yang cukup intens. Selain latihan hadroh, mereka juga rutin mengikuti pengajian, dan belajar membaca Al-Qur’a. Program ini diharapkan mampu menjadi bekal spiritual dan moral ketika para WBP kembali ke masyarakat.

"Kami ingin memastikan bahwa masa pembinaan di rutan ini menjadi momentum perubahan ke arah yang lebih baik. Kegiatan hadroh adalah salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai positif dan menumbuhkan rasa cinta kepada agama," tambah Rafi Rizaldi.

Melalui kegiatan ini, Rutan Bengkulu membuktikan bahwa pembinaan bukan hanya soal aturan dan pengawasan, tetapi juga memberi ruang bagi WBP untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik—dengan hati yang lembut, iman yang kuat, dan harapan akan masa depan yang lebih cerah.