Skip to main content
x
rutan

Melalui Kajian Fiqih Wudhu Rutan Bengkulu Bangun Karakter Spiritual Warga Binaan

BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (17/7). Bertempat di Masjid At-Taubah, kegiatan ini mengusung tema “Fiqih Tata Cara Wudhu Sesuai Sunah” dan dipandu langsung oleh pembina kerohanian Rutan, Ustaz Nanang Darmawan, Lc

Pembinaan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilaksanakan dalam rangka membentuk karakter dan akhlak warga binaan melalui pendekatan keagamaan. Dalam penyampaiannya, Ustaz Nanang menekankan pentingnya memahami wudhu tidak hanya sebagai syarat sah salat, tetapi juga sebagai bentuk penyucian diri lahir dan batin.

“Wudhu merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai besar dalam Islam. Jika dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW, maka tidak hanya menjadikan salat sah, tetapi juga mendatangkan pahala dan keberkahan,” ujar Nanang dalam ceramahnya.

Ia menjelaskan secara detail rukun dan sunnah wudhu, disertai praktik langsung yang memperlihatkan urutan dan tata cara berwudhu yang benar. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan namun tetap sesuai kaidah fiqih, sehingga mudah dipahami oleh warga binaan.

Antusiasme tampak dari keikutsertaan puluhan WBP yang hadir. Mereka mengikuti dengan khidmat dan aktif dalam sesi diskusi. Beberapa warga binaan juga menyampaikan pertanyaan seputar praktik wudhu yang selama ini dilakukan, dan mendapat penjelasan langsung dari pembina.

“Kami bersyukur mendapat pembinaan seperti ini. Meski berada di dalam rutan, kami tetap bisa belajar agama dan memperbaiki ibadah kami,” ujar salah satu warga binaan usai kegiatan.

Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pembinaan spiritual yang bertujuan menyiapkan mental dan moral warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

“Kami terus berupaya memberikan bekal keagamaan dan keterampilan hidup. Pembinaan seperti ini sangat penting untuk mendorong perubahan perilaku dan memperkuat nilai-nilai spiritual warga binaan,” ujar Rafi.

Rafi juga menyampaikan bahwa Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu telah lama menjadi pusat kegiatan keagamaan di lingkungan rutan, mulai dari salat berjamaah, pengajian rutin, hingga pembinaan keagamaan seperti ini. Seluruh program dilaksanakan secara terjadwal dan melibatkan pembina kerohanian dari dalam dan luar rutan.

"Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, diharapkan para WBP tidak hanya menjalani masa hukuman secara fisik, tetapi juga secara spiritual, dengan harapan mereka mampu memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan setelah kembali ke masyarakat," pungkas Rafi.