Skip to main content
x
Pendidikan
MAN IC Benteng Foto Bersama

Man IC Benteng Lakukan Nonton Bersama Film Bumi Manusia, Ini Tujuannya

Wartaprima.com - Puluhan siswa-siswi Man Insan Cindikia Benteng mengikuti Study Historiografi sejarah Indonesia. Kegiatan ini mengambil  tema "Menginterpretasi Pola Kolonialisme Belanda Pada Abad XIX"

Pembimbing Man Insan Cindikia, Diki Irawan mengatakan kita memberikan audio visual ini kepada siswa-siswi untuk belajar sejarah. Tak hanya disekolah saja untuk mendapati pelajaran sejarah, tetapi kita juga ajak turun lapangan 

"Ya kita ajak siswa-siswi ini untuk belajar sejarah dan kebetulan film Bumi Manusia muncul dari karya novel Pramudiatur yang diangkat film nya oleh Hanung Bramantyo dan kebetulan mengangkat kolonial Belanda, maka siswa dapat melihat pola pada saat Belanda menjajah Indonesia apa yang terjadi pada Pribumi apakah kita dirugikan atau diuntungkan," kata Diki saat diwawancarai, Minggu (15/09/19).

Ditambahkan Diki, pada kegiatan ini sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan, adapun materi yang dapat di pelajari kepada siswa-siswi dan berkembangnya Bangsa Belanda di Indonesia. 

"Tujuan utama kita menonton, tapi sebelum kita menonton kami juga pergi ke Benteng Marlborough untuk melihat kolonialisme Inggris,"ujarnya.

Ia juga berharap siswa-siswi ini memiliki nilai historis yang muncul. Akan tahu sejarah tentang Bengkulu, serta mengetahui pribumi itu seperti apa, sehingga siswa dapat mencintai daerahnya. 

"Kedua dapat berlaku adil kepada semua kalangan tanpa pandang hitam atau putih dan juga pada kegiatan ini  menjadi moment refresing untuk anak-anak," harapnya. 

Sementara itu, salah satu siswa, Kamil Adinata mengatakan dalam kegiatan ini, ia mendapatkan ilmu-ilmu sejarah. 

"Aku dapat ilmu-ilmu dari film Bumi Manusia, dan kita juga tau sejarah pribumi itu seperti apa,"ujar Kamil. 

Untuk diketahui, sebelum menonton Bumi Manusia, siswa-siswi Man Insan Cindikia berkunjunv ke Benteng Marlborough untuk melihat kolonialisme Inggris. Hal ini dikarenakan Inggris pernah menjadi koloni di Bengkulu. (QNadifa)