Rutan Bengkulu Bersinergi Dengan Aparat Hukum Gelar Penggeledahan Blok Hunian
BENGKULU - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu kembali menggelar razia gabungan bersama TNI dan Polri pada Selasa (14/11) malam. Giat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, Farizal Antony didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan, Ganang Mahardiko, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi beserta Kasubsi Pengelolaan, Hengki Alowan. Dengan melibatkan sejumlah personil pengamanan Rutan Kelas IIB Bengkulu.
Kegiatan diawali dengan Apel Persiapan yang dipimpin oleh Karutan. Dalam arahannya Farizal menjelaskan, razia tersebut dilaksanakan sebagai upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Selain itu tentunya juga sebagai wujud komitmen Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam mempertahankan Rutan Bengkulu Zero Halinar.
"Terima kasih saya ucapkan kepada rekan-rekan dari TNI dan Polri yang telah sempat hadir pada malam hari ini. Semoga sinergi ini terus terjalin dengan baik ke depannya. Giat ini kita laksanakan sebagai tindak lanjut arahan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan guna meningkatkan kualitas keamanan dan pengamanan di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Selain itu, tentunya giat razia ini merupakan suatu bentuk komitmen kita dalam menjaga Rutan Bengkulu tetap bersih dari Halinar," tegas Farizal.
Usai pelaksanaan apel, Tim Razia Gabungan langsung menyisir ke area blok untuk melaksanakan giat penggeledahan. Satu persatu kamar hunian di periksa dan digeledah. Sementara itu, Ka.KPR, Ganang Mahardiko mengungkapkan, dari hasil penggeledahan tidak ditemukan adanya handphone dan narkoba. Lebih lanjut Ganang juga menjelaskan, sejauh ini pihaknya terus mendukung secara penuh komitmen Zero Halinar yang telah dideklarasikan di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran baik yang dilakukan oleh warga binaan maupun petugas.
"Hasil razia malam hari ini tidak ditemukan adanya handphone dan narkoba. Tentu ini merupakan bukti bahwa jajaran pengamanan terus mendukung secara penuh komitmen Zero Halinar yang telah kita deklarasikan bersama. Kami juga tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran terutama menyangkut penyalahgunaan handphone dan narkoba baik yang dilakukan oleh warga binaan maupun pegawai," pungkas Ganang.
