Skip to main content
x
warga binaan rutan bengkulu ikuti pesta demokrasi

Penuhi Hak Warga Binaan, Rutan Bengkulu Sukses Laksanakan Pesta Demokrasi 2024

BENGKULU - Dalam upaya pemenuhan hak warga binaan, Rabu (14/2) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu menggelar Pemilihan Umum (Pemilu) serentak Tahun 2024. Kegiatan tersebut sukses berjalan dengan lancar dan tertib. Karutan Bengkulu, Farizal Antony menegaskan, untuk tahun ini terdapat dua TPS yang memfasilitasi warga binaan dalam menggunakan hak pilihnya. Dengan jumlah pemilih tercatat sebanyak 282 warga binaan.

"Tahun ini ada dua TPS di Rutn Bengkulu, yakni TPS 901 dan TPS 902. Sementara untuk warga binaan yang memilih sebanyak 282 orang. Alhamdulillah sejauh ini proses pemungutan suara berjalan lancar tanpa ada kendala berarti," ujar Farizal.

Pelaksanaan Pemilu 2024 di Rutan Kelas IIB Bengkulu lanjut Farizal juga merupakan bentuk komitmen dalam pemenuhan hak-hak warga binaan. Termasuk hak pilih mereka. Meskipun berada di dalam dinding penjara, warga binaan Rutan Bengkulu tetap memiliki hak untuk memberikan suara dalam proses demokrasi nasional. Pemungutan suara di Rutan Bengkulu lanjut Farizal dapat dilaksanakan dengan tertib dan lancar, berkat kerjasama dengan seluruh pihak terkait termasuk KPU, Dinas Dukcapil Kota, perwakilan TNI dan Polri serta dukungan dari seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Bengkul.

"Tentunya kita terus berkomitmen untuk memenuhi hak setiap warga binaan, termasuk hak berpartisipasi dalam Pemilihan Umum 2024. Untuk itu selama ini kita terus melakukan koordinasi dengan KPU dan Dinas Dukcapil Kota terkait pemenuhan data administrasi warga binaan sebagai syarat untuk terdaftar dalam DPT. Dengan adanya sinergi tersebut proses demokrasi ini alhamdulillah dapat berjalan sesuai yang sama-sama kita harapkan," tegas Farizal.

Proses Pemungutan suara di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu dilakukan dengan menggunakan kotak suara yang telah disediakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Dihadiri juga oleh Bawaslu Kota, petugas Panwaslu dan sejumlah saksi dari masing-masing parpol dan calon legislatif. Para narapidana yang telah terdaftar sebagai pemilih diberikan kesempatan untuk memberikan suara sesuai dengan pilihan mereka tanpa ad intervensi. Petugas keamanan yang bertugas memastikan bahwa proses pemungutan suara berjalan dengan aman dan tertib.

"Kita pastikan proses Pemilu berlangsung jujur adil dan tanpa ada intervensi dari pihak manapun termasuk petugas. Diharapkan, partisipasi para warga binaan dalam proses demokrasi ini dapat memberikan kontribusi positif dalam menentukan pemimpin yang akan memimpin negara ke depan," pungkas Farizal.

Sementara itu para warga binaan yang memberikan suara di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu mengungkapkan rasa syukur mereka atas kesempatan untuk turut serta dalam proses pemilihan umum. Mereka menyadari pentingnya hak suara dalam menentukan masa depan negara, meskipun mereka sedang menjalani hukuman di dalam penjara. Beberapa di antara mereka juga mengaku senang karena dapat merasakan atmosfer demokrasi meskipun berada di balik jeruji.

Hasil pemilihan umum di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu akan dihitung bersama dengan suara dari tempat pemungutan suara lainnya di wilayah Kelurahan Malabero. Dengan suksesnya pemungutan suara di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu, harapan untuk menciptakan proses pemilihan umum yang inklusif dan transparan semakin mendekati kenyataan. Meskipun berada di dalam penjara, para narapidana tetap memiliki hak untuk memberikan suara dan berpartisipasi dalam proses demokrasi nasional, sehingga memperkuat nilai-nilai demokrasi dan kedaulatan rakyat di Indonesia.