Skip to main content
x
Rutan Bengkulu

Pegawai Rutan Bengkulu Ikut Pelatihan Calon Pembantu Pembimbingan Kemasyarakaratan di Kanwil Kemenkumham

BENGKULU - Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pemahaman pegawai di bidang pemasyarakatan, jajaran pegawai dari Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan pelatihan Calon Pembantu Pembimbing Kemasyarakatan (PPK) yang diadakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu pada selasa (27/2). Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka menjadi calon Pembantu Pembimbing Kemasyarakatan (PPK).

Dalam pelatihan para peserta diberikan pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas sebagai PPK dengan baik. Salah satu fokus utama dari pelatihan ini adalah kemampuan para calon PPK dalam melakukan asesmen dan penelitian kemasyarakatan (Litmas). Dimana nantinya para PPK akan membantu Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam melakukan asesmen kebutuhan dan membuat litmas perkembangan warga binaan di masing-masing UPT.

Para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya asesmen dalam proses pembimbingan kemasyarakatan. Mereka diajarkan untuk menganalisis dan mengevaluasi kondisi serta kebutuhan dari narapidana atau warga binaan lainnya secara holistik. Hal ini menjadi kunci untuk merancang program-program rehabilitasi yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Selain itu, para peserta juga dibekali dengan keterampilan dalam melakukan penelitian kemasyarakatan (Litmas). Mereka diajarkan bagaimana melakukan pengumpulan data, analisis situasi, dan penyusunan rekomendasi berdasarkan temuan dari penelitian tersebut. Penelitian ini menjadi landasan yang kuat dalam merumuskan kebijakan dan program-program yang bertujuan untuk memperbaiki sistem pemasyarakatan serta meningkatkan kualitas hidup narapidana.

Karutan Bengkulu, Farizal Antony melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Medi Ihwandi menjelaskan, partisipasi para pegawai Rutan Kelas IIB Bengkulu dalam pelatihan ini menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Rutan Kelas IIB Bengkulu. Medi mengatakan pihaknya menyadari pentingnya peran PPK dalam menyusun standar kebutuhan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan narapidana. Dengan mengikuti pelatihan ini, para pegawai bertekad untuk menjadi agen perubahan yang positif di dalam sistem pemasyarakatan.

"Tentu kita menyadari kebutuhan PPK sebagai pembantu PK di masing-masing UPT sangat diperlukan. Mengingat jumlah PK yang ada di Provinsi Bengkulu masih belum mampu mengcover kebutuhan asesmen dan litmas warga binaan di UPT Pemasyarakatan. Kita berharap kegiatan pelatihan ini dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan efektivitas sistem pemasyarakatan serta membantu narapidana untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik dalam memperbaiki kehidupan mereka," pungkas Medi.