Skip to main content
x
rutan

Rutan Bengkulu Panen Sayuran Hasil Pembinaan Warga Binaan

Bengkulu – Program ketahanan pangan yang dijalankan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan hasil positif. Jum'at (24/1) Rutan Bengkulu berhasil memanen hasil pertanian berupa sayur kangkung dan tomat yang telah dibudidayakan di area pertanian rutan. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan secara mandiri terus berkembang dan memberikan manfaat bagi penghuni rutan.

Kegiatan panen yang dilakukan di area pertanian Rutan Bengkulu melibatkan para warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian. Para warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan dalam bidang pertanian secara langsung turut serta dalam proses penanaman, perawatan, hingga panen. Dengan bimbingan petugas rutan, mereka mampu menghasilkan sayuran yang segar dan berkualitas.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan program ini. Menurutnya, panen kali ini merupakan bukti bahwa upaya pembinaan dalam bidang pertanian telah berjalan dengan baik. “Kami terus berupaya untuk meningkatkan program ketahanan pangan di Rutan Bengkulu. Dengan adanya panen ini, kami semakin optimis bahwa program pertanian yang dijalankan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Selain panen sayur kangkung dan tomat, Rutan Bengkulu juga mulai melakukan diversifikasi tanaman dengan menanam jagung manis. Penanaman jagung manis ini merupakan langkah strategis untuk menambah variasi hasil pertanian yang dapat dipanen di masa mendatang. Jagung manis dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi serta dapat dikonsumsi sendiri maupun dipasarkan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Menurut Yulian, pengembangan jenis tanaman bertujuan untuk memberikan keterampilan tambahan bagi warga binaan sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian rutan. “Kami ingin para warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat, sehingga setelah mereka bebas nanti, mereka bisa mengaplikasikan ilmu pertanian yang diperoleh di rutan ini untuk kehidupan mereka di masyarakat,” jelasnya.

Keberhasilan panen ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk petugas rutan yang secara rutin memberikan bimbingan kepada warga binaan. Dengan adanya kegiatan pertanian ini, para warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan bertani, tetapi juga memiliki aktivitas positif selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan.

Program ketahanan pangan di Rutan Bengkulu merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan yang produktif dan berdaya guna. Selain itu, hasil panen yang diperoleh juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam rutan, sehingga dapat membantu dalam pemenuhan gizi para warga binaan.