Skip to main content
x
rutan

Pastikan Koneksi Stabil Rutan Bengkulu Lakukan Optimalisasi Jaringan Internet

BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya yang berbasis digital. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan melaksanakan perawatan jaringan internet secara menyeluruh pada Kamis (18/7).

Perawatan tersebut melibatkan pengecekan dan optimalisasi seluruh infrastruktur jaringan yang selama ini menjadi penunjang utama berbagai layanan digital di lingkungan Rutan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim teknis internal bekerja sama dengan penyedia layanan internet guna memastikan kestabilan koneksi dan mencegah potensi gangguan ke depannya.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando melalui Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Hengki Alowan mengatakan bahwa perawatan jaringan ini merupakan bagian dari agenda rutin yang telah dijadwalkan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi permasalahan teknis. “Jaringan internet menjadi tulang punggung operasional berbagai layanan kami. Dari sistem database narapidana, layanan kunjungan online, hingga pelaporan internal, semuanya membutuhkan koneksi yang stabil. Oleh karena itu, kami terus berupaya menjaga performa jaringan,” ujar Hengki saat ditemui di ruang kerjanya.

Dalam pelaksanaan perawatan, tim teknis melakukan pengecekan terhadap perangkat keras seperti router, switch, dan access point yang tersebar di berbagai titik strategis di dalam area rutan. Selain itu, pembaruan firmware dan pengaturan ulang konfigurasi jaringan dilakukan agar sistem lebih optimal dan aman dari potensi serangan siber atau kebocoran data.

Tak hanya fokus pada peralatan, tim juga melakukan pengukuran kecepatan koneksi dan uji coba kestabilan jaringan di sejumlah area penting, termasuk ruang administrasi, ruang layanan kunjungan online, serta ruang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Hasil dari pemeliharaan ini menunjukkan adanya peningkatan stabilitas koneksi hingga 20 persen dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.

Menurut pihak rutan, perawatan jaringan ini juga merupakan bagian dari upaya mendukung transformasi digital yang dicanangkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Transformasi ini menekankan pada pentingnya digitalisasi dalam setiap lini layanan pemasyarakatan guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi layanan publik.

“Dengan sistem yang handal dan infrastruktur jaringan yang terawat, kami bisa memberikan pelayanan lebih baik kepada warga binaan maupun masyarakat yang berinteraksi dengan kami secara daring. Ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan,” pungkas Hengki.