Peduli Sesama, Rutan Bengkulu Berbagi Sembako untuk Panti Asuhan Harapan Jitra dan Masyarakat
Bengkulu — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama melalui aksi sosial dengan menyalurkan bantuan berupa sembako ke Panti Asuhan Harapan Jitra pada Jum'at (25/7) dan warga sekitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Bengkulu dalam menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekaligus implementasi 13 program akselerasi yang gaungkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung langsung oleh Karutan Bengkulu, Yulian Fernando di Aula Rutan Bengkulu. Sementara untuk penyerahan bansos di Panti Asuhan Harapan Jitra diwakili oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi beserta jajaran. Bantuan yang diberikan terdiri atas berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, telur, dan bahan makanan lainnya.
Dalam keterangannya, Yulian Fernando menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Rutan Bengkulu sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, keberadaan lembaga pemasyarakatan tidak hanya sebatas tempat menjalani masa pembinaan bagi warga binaan, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Rutan tidak hanya menjadi tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga memiliki peran sosial yang nyata di tengah masyarakat. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat dan juga anak-anak di Panti Asuhan Harapan Jitra," ujar Yulian.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat, serta meningkatkan citra positif lembaga pemasyarakatan di mata publik.
"Kegiatan ini menegaskan bahwa pemasyarakatan bukan hanya berfokus pada pembinaan internal, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat luas. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, Rutan Bengkulu terus berupaya menjadi lembaga yang terbuka, inklusif, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya," pungkas Yulian.
