Skip to main content
x
rutan

Pengajian Rutin di Rutan Bengkulu, Warga Binaan Alami Perubahan Positif

Bengkulu – Program pembinaan kerohanian yang rutin digelar di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu bersama Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu terus memberikan dampak positif bagi warga binaan. Banyak di antara mereka yang kini lebih rajin beribadah, mampu menjadi imam bagi sesama, serta menunjukkan perubahan sikap ke arah yang lebih baik. Suasana religius yang tercipta dari kegiatan ini juga berkontribusi dalam menciptakan ketertiban dan keharmonisan di lingkungan rutan.

Sebagai bagian dari program tersebut, Rutan Bengkulu kembali menyelenggarakan pengajian rutin pada Rabu (27/8) di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Penyuluh Agama Kemenag Bengkulu, Ibu Mulya, dan resmi dibuka oleh Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Tahanan Rutan Bengkulu, Rafi Rizaldi.

Dalam sambutannya, Rafi menegaskan bahwa pembinaan kerohanian bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan mendasar bagi warga binaan. “Pengajian rutin seperti ini menjadi jalan penting untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menanamkan semangat baru dalam menjalani sisa masa pidana,” ujarnya.

Pengajian yang dibawakan Ibu Mulya berlangsung khusyuk. Beliau menyampaikan tausiyah tentang kesabaran, keikhlasan, dan pengharapan akan rahmat Allah dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami. Pesan-pesan tersebut menyentuh hati warga binaan, sehingga banyak di antara mereka mengaku memperoleh ketenangan batin dan motivasi baru setelah mengikutinya.

Kolaborasi Rutan Bengkulu dengan Kemenag Bengkulu tidak hanya berhenti pada pengajian rutin. Program lain seperti pelatihan baca tulis Al-Qur’an, ceramah tematik, hingga bimbingan ibadah juga terus berjalan. Semua ini sejalan dengan misi Rutan Bengkulu untuk menjadikan masa tahanan sebagai kesempatan memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas spiritual.

Hasil nyata dari pembinaan rohani tersebut sudah terlihat. Selain perubahan perilaku warga binaan yang lebih religius dan positif, suasana rutan pun menjadi lebih kondusif dan humanis. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu kunci penting dalam proses pembinaan warga binaan.