Penguatan Spiritual, WBP Nasrani Rutan Bengkulu Jalani Pembinaan Virtual
BENGKULU – Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Nasrani di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu mengikuti pembinaan kerohanian yang digelar secara virtual oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rabu (24/9). Kegiatan ini berlangsung serentak dan diikuti seluruh warga binaan Nasrani di rutan dan lapas se-Indonesia.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi menyatakan, pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dari program pemasyarakatan. “Kegiatan ini bukan hanya pemenuhan hak beribadah, tetapi juga upaya pembinaan kepribadian agar warga binaan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Rafi juga menjelaskan, pembinaan berbasis keagamaan menjadi salah satu pilar pembinaan di seluruh lapas dan rutan. Program ini diyakini dapat menumbuhkan kesadaran hukum, mengurangi risiko residivisme, serta menyiapkan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani pidana.
Selama kegiatan, warga binaan mengikuti ibadah secara daring, mendengarkan renungan firman, serta berdoa bersama. Meskipun berlangsung secara virtual, jalannya ibadah tetap khidmat dan tertib.
Selain pembinaan kerohanian, Ditjenpas juga mendorong penguatan program kemandirian melalui pelatihan kerja. Dengan demikian, warga binaan mendapat bekal spiritual dan keterampilan sekaligus.
"Di Rutan Bengkulu, pembinaan kerohanian rutin dilaksanakan setiap pekan untuk seluruh agama. Baik itu langsung maupun secara virtual. Kami berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan siap berkontribusi positif ketika bebas nanti," pungkas Rafi.
