Perkuat Mental dan Disiplin, CPNS Rutan Bengkulu Jalani Orientasi Pengamanan
Bengkulu – Dalam rangka pembekalan awal terhadap tugas dan fungsi sebagai petugas pemasyarakatan, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan orientasi di bagian pengamanan, Selasa (8/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pengenalan lingkungan kerja yang wajib diikuti oleh seluruh CPNS sebelum melaksanakan tugas secara penuh.
Orientasi dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) yang didampingi oleh Staf KPR. Mereka memberikan materi dan pengarahan langsung di lapangan mengenai prosedur dan teknis pengamanan, serta memperkenalkan sistem kerja yang diterapkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Rutan.
Dalam sesi pembukaan, Ka. KPR menekankan pentingnya memahami dasar-dasar pengamanan, termasuk tata cara pelaksanaan kontrol keliling blok hunian, mekanisme pemeriksaan barang dan orang, serta prosedur pengamanan saat jam layanan kunjungan. “Sebagai petugas pemasyarakatan, CPNS harus memahami bahwa pengamanan adalah ujung tombak pemeliharaan ketertiban. Kedisiplinan, ketelitian, dan kesiapsiagaan adalah kunci,” tegasnya.
Para CPNS kemudian diajak secara langsung untuk meninjau area blok hunian, meninjau ruang kontrol CCTV, hingga mengikuti simulasi pemeriksaan dan prosedur pengamanan rutin. Dalam kegiatan tersebut, staf KPR aktif mendampingi dan memberikan bimbingan teknis lapangan, termasuk menjelaskan pola shift kerja, komunikasi radio antarpos, serta penanganan awal apabila terjadi gangguan keamanan.
Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi CPNS untuk bertanya langsung dan berdiskusi dengan para petugas senior tentang dinamika kerja di bidang pengamanan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mereka secara praktis dan membentuk kesiapan mental dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyampaikan apresiasi terhadap semangat para CPNS dan berharap mereka dapat menyerap seluruh materi dengan baik. “Ini adalah langkah awal membentuk petugas pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas,” pungkasnya.
