Skip to main content
x
Rutan Bengkulu Lakukan Kunjungan ke Dit Tahti Polda Bengkulu

Rutan Bengkulu Lakukan Kunjungan ke Dit Tahti Polda Bengkulu

Bengkulu – Karutan Bengkulu, Yulian Fernando, bersama Kepala Rupbasan Bengkulu, Aditya Rheza dan Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIA Bengkulu, Dudi Anggriyono melaksanakan kunjungan kerja ke Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dir Tahti) Polda Bengkulu, Senin (8/9). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi serta sinergi antara instansi pemasyarakatan dan kepolisian dalam pengelolaan tahanan dan barang bukti, demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan terintegrasi.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Direktur Tahti Polda Bengkulu, AKBP Dheny Budhiono, S.I.K., M.H dan jajarannya. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing instansi, terutama terkait pengelolaan tahanan, barang bukti, serta upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan rutan dan lapas.

Karutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa kunjungan ini sangat penting untuk mempererat kerja sama antara Rutan, Rupbasan, dan Lapas Bengkulu dengan Polda Bengkulu. “Koordinasi yang baik antara Rutan, Rupbasan, Lapas, dan Polda sangat diperlukan, terutama dalam hal pengelolaan tahanan dan barang bukti. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan pelayanan terhadap tahanan bisa lebih maksimal dan pengelolaan barang bukti berjalan dengan baik,” ujar Yulian.

Yulian juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara UPT pemasyarakatan dan kepolisian. Menurutnya, hubungan kerja yang harmonis akan membantu mencegah munculnya berbagai permasalahan, baik dalam hal pengelolaan tahanan maupun barang bukti yang berada di bawah kewenangan Rupbasan. Ia berharap kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan pelayanan di Rutan Bengkulu.

“Dengan adanya sinergi yang kuat, kami yakin pelayanan terhadap tahanan akan semakin baik, dan penanganan barang bukti juga dapat dilakukan dengan lebih profesional. Ini juga merupakan bagian dari komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban, baik di dalam rutan maupun dalam hubungan kerja dengan kepolisian,” tambah Yulian.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan tahanan dan barang bukti, serta memperkuat hubungan antara instansi pemasyarakatan dan kepolisian. Kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat sinergi antar-institusi, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap sistem pemasyarakatan di Bengkulu.