Rutan Bengkulu Tegaskan Komitmen Hormati Keberagaman Lewat Pembinaan Rohani Nasrani
Rutan Bengkulu Tegaskan Komitmen Hormati Keberagaman Lewat Pembinaan Rohani Nasrani
Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam menghormati keberagaman agama di lingkungan pemasyarakatan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pembinaan kerohanian bagi warga binaan beragama Nasrani, yang diisi oleh penyuluh agama Kristen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Yohanes, pada Jumat (15/8).
Kegiatan yang berlangsung di aula Rutan tersebut diikuti puluhan warga binaan. Dengan penuh semangat, Yohanes membawakan materi pembinaan iman, penguatan mental, dan ajakan untuk menjalani hidup yang lebih baik setelah masa pidana selesai. Namun bagi pihak Rutan Bengkulu, yang terpenting adalah memastikan setiap warga binaan, tanpa memandang agama, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pembinaan rohani.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando menegaskan bahwa penghormatan terhadap keberagaman adalah prinsip yang dijaga secara konsisten. “Di Rutan Bengkulu, kami meyakini setiap individu berhak menjalankan ibadah dan mendapatkan bimbingan sesuai agama dan keyakinannya. Pembinaan ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam merawat kerukunan dan keberagaman di dalam tembok Rutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan kerohanian di Rutan Bengkulu dilaksanakan secara bergiliran untuk semua agama. Bagi umat Islam ada pengajian, bagi umat Nasrani ada pembinaan seperti yang dilakukan hari ini, dan begitu juga bagi pemeluk agama Katolik, Hindu, serta Buddha. “Kami ingin menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang tidak hanya aman, tetapi juga harmonis dan saling menghargai,” tambah Yulian.
Suasana kegiatan berjalan khidmat dan penuh kebersamaan. Para peserta mengikuti sesi pembacaan ayat suci Alkitab, doa bersama, serta diskusi singkat yang dipandu Yohanes. Beberapa warga binaan mengaku senang karena perhatian yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan atau keterampilan, tetapi juga pada kebutuhan rohani mereka.
Dengan komitmen yang terus dipertahankan, Rutan Bengkulu membuktikan bahwa di balik dinding pemasyarakatan, kerukunan dan penghormatan terhadap keberagaman dapat tumbuh dan menjadi bagian dari pembinaan menuju pribadi yang lebih baik.
