Skip to main content
x
rutan

Selain Pangan, Program Pertanian Rutan Bengkulu Beri Keterampilan Hidup bagi Warga Binaan

Program Ketahanan Pangan Rutan Bengkulu Bantu Penuhi Kebutuhan Warga Binaan

28 Agustus 2025

BENGKULU – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali memanen hasil pertanian yang dikelola warga binaan pada Kamis (28/8). Kali ini, sayur pakcoy, selada keriting, dan kangkung berhasil dipetik dan langsung diserahkan ke dapur rutan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari warga binaan.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando dalam keterangannya mengatakan panen ini merupakan bukti nyata bahwa program ketahanan pangan yang digagas jajaran pemasyarakatan mulai dirasakan manfaatnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya membantu ketersediaan bahan pangan di dalam rutan, tetapi juga memberikan pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

“Dengan adanya hasil panen ini, kebutuhan dapur rutan lebih terbantu. Sayur-sayuran yang dipanen warga binaan bisa langsung dimasak dan disantap bersama. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman bercocok tanam yang bermanfaat untuk mereka ketika kembali ke masyarakat,” ujar Yulian.

Program pertanian warga binaan di Rutan Bengkulu digelar secara berkesinambungan dengan memanfaatkan lahan kosong di area rutan. Warga binaan yang terlibat mendapat bimbingan dari petugas pemasyarakatan sekaligus belajar mengelola pertanian sederhana. Hasil panen kemudian dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan dapur, sehingga mengurangi ketergantungan pasokan sayuran dari luar.

Langkah ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka mewujudkan Asta Cita Presiden. Salah satunya adalah mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

Sementara itu, Pembina Kemandirian, Nanang Darmawan mengatakan, selain membantu kebutuhan pangan, program ini juga membawa nilai edukatif dan rehabilitatif. Warga binaan yang terlibat mendapatkan pembinaan karakter melalui kerja sama, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam merawat tanaman. 

"kegiatan pertanian ini bukan hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga pada aspek pembinaan mental dan keterampilan warga binaan," ungkap Nanang.

Panen pakcoy, selada keriting, dan kangkung di Rutan Bengkulu menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan bahkan di dalam lingkungan terbatas seperti rutan. Hasil nyata yang dirasakan warga binaan sekaligus memperkuat komitmen pemasyarakatan dalam mendukung program pemerintah.