Skip to main content
x
Transparansi Aset Negara, Rutan Bengkulu Serahkan Barang Lelang kepada Pemenang

Transparansi Aset Negara, Rutan Bengkulu Serahkan Barang Lelang kepada Pemenang

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menyerahkan barang hasil lelang kepada pemenang lelang Barang Milik Negara (BMN) yang telah melalui proses pelelangan secara resmi beberapa Waktu lalu. Penyerahan ini dilakukan di Rutan Bengkulu pada Selasa (11/3) sebagai bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara.

Proses lelang BMN ini dilakukan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bengkulu, yang merupakan lembaga resmi dalam penyelenggaraan lelang aset negara. Beberapa barang yang dilelang terdiri dari barang-barang inventaris yang sudah tidak digunakan lagi atau yang telah mencapai batas usia pemakaian.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelelangan ini merupakan bagian dari tata kelola BMN yang baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Kami berkomitmen untuk mengelola aset negara dengan transparan dan akuntabel. Proses lelang ini telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh KPKNL, sehingga memastikan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaannya,” ujar Yulian.

Selain itu, Yulian Fernando juga menegaskan bahwa proses pelelangan BMN ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara yang baik. Dengan adanya mekanisme lelang yang terstruktur, diharapkan tidak ada aset yang dibiarkan terbengkalai dan seluruh barang yang sudah tidak layak pakai dapat dialihkan kepada pihak yang lebih membutuhkan.

Di sisi lain, Kepala Sub Seksi Pengelolaan Rutan Bengkulu, Hengki Alowan, menjelaskan bahwa barang-barang yang dilelang telah melalui proses verifikasi sebelum dilelang. “Setiap barang yang masuk dalam daftar lelang telah melewati proses seleksi yang ketat, mulai dari pengecekan kondisi barang hingga penilaian kelayakan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa barang yang dilelang benar-benar sudah tidak dapat digunakan dalam operasional Rutan Bengkulu,” pungkas Hengki.