Warga Binaan Rutan Bengkulu Ikuti Senam Bersama
Bengkulu – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan senam jasmani bersama, yang digelar di area lapangan Rutan, Jumat (17/1). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, sekaligus sebagai sarana rekreasi bagi para WBP. Senam dipandu langsung oleh instruktur profesional yang memberikan gerakan-gerakan terstruktur dan mudah diikuti.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa kegiatan senam jasmani merupakan bagian dari pembinaan fisik dan mental bagi WBP. “Selain menjaga kesehatan, kegiatan ini juga dapat meningkatkan semangat dan kebersamaan antar WBP. Kami berharap mereka tetap aktif dan memiliki pola hidup sehat selama menjalani masa pembinaan di Rutan,” ujarnya.
Senam jasmani yang diikuti oleh ratusan WBP ini diawali dengan pemanasan ringan, diikuti dengan gerakan inti yang melibatkan seluruh bagian tubuh, dan diakhiri dengan pendinginan untuk merilekskan otot. Dengan iringan musik yang energik, para WBP tampak antusias mengikuti setiap gerakan yang diberikan oleh instruktur.
Setelah sesi senam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Catur Dharma Narapidana yang dipimpin oleh salah satu perwakilan WBP. Pembacaan ini menjadi pengingat bagi seluruh WBP tentang nilai-nilai yang harus dijunjung selama menjalani masa pembinaan, yaitu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, taat pada hukum dan peraturan yang berlaku, serta berusaha menjadi warga negara yang berguna bagi pembangunan bangsa.
Lebih lanjut Yulian uga mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang bermanfaat bagi WBP, baik dalam aspek kesehatan, mental, maupun spiritual. Senam jasmani dan pembacaan Catur Dharma Narapidana ini merupakan salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan Rutan Bengkulu secara rutin.
"Senam jasmani ini menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis dalam sistem pemasyarakatan, di mana WBP tidak hanya menjalani hukuman tetapi juga mendapatkan pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para WBP dapat menjaga kondisi fisik dan mental mereka dengan baik serta memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani hari-hari di dalam Rutan," tutup Yulian.
