Wujudkan Hak Beragama, Rutan Bengkulu Selenggarakan Pembinaan Kerohanian Buddha
Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan menyeluruh kepada warga binaan. Kali ini, puluhan warga binaan yang beragama Buddha mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pembinaan kerohanian yang digelar di aula rutan, bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (28/8) tersebut diisi dengan pembacaan doa, pembekalan nilai-nilai moral, serta penyampaian ajaran Buddha yang menekankan pentingnya kesabaran, pengendalian diri, serta hidup damai di tengah keterbatasan. Hadir sebagai narasumber, penyuluh agama Buddha dari Kemenag Bengkulu yang secara langsung memberikan bimbingan serta motivasi kepada warga binaan.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu program utama yang terus digiatkan pihaknya. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan keterampilan kerja, tetapi juga spiritual, agar warga binaan dapat memiliki bekal mental dan moral ketika kembali ke masyarakat.
“Rutan Bengkulu berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang seimbang, baik jasmani maupun rohani. Kami menyadari bahwa kehidupan spiritual menjadi pondasi penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik. Karena itu, kami menggandeng Kemenag Bengkulu untuk memberikan pembinaan sesuai keyakinan masing-masing warga binaan,” ujar Rafi.
Kegiatan pembinaan kerohanian Buddha ini tidak hanya memberikan ketenangan batin bagi warga binaan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Rutan Bengkulu bersama Kemenag Bengkulu berkomitmen menjalankan amanat undang-undang mengenai pemenuhan hak beragama bagi setiap warga negara. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Dengan adanya program ini, diharapkan para warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih bermakna, memperkuat iman, serta siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih baik, bertanggung jawab, dan berguna bagi lingkungannya.
