Skip to main content
x
Dr. Fatrica Syafri, M. Pd.I.,CPS

Kolaborasi Kunci Pendidikan: Orang Tua dan Guru, Dua Sayap Masa Depan Anak

Wartaprima.com - Setiap tanggal 25 November, kita merayakan Hari Guru Nasional, sebuah momen berharga untuk menghaturkan rasa terima kasih tak terhingga kepada para pahlawan tanpa tanda jasa. Namun, saat kita memuji peran guru dalam membentuk masa depan bangsa, ada satu aspek pendidikan yang harus kita soroti dengan penuh perhatian: pendidikan yang dimulai sejak usia dini.

Pendidikan bukanlah sekadar transfer ilmu di bangku sekolah dasar atau menengah. Pendidikan sesungguhnya berawal dari rumah dan mulai mekar di lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), dan bahkan Kelompok Bermain. Inilah fase krusial di mana pondasi karakter, kognitif, dan sosial-emosional seorang individu diletakkan.

Mengapa Pendidikan Usia Dini Adalah Kunci?
Penelitian neurologi menunjukkan bahwa 80% perkembangan otak manusia terjadi pada usia 0-8 tahun. Periode ini sering disebut sebagai "Golden Age" karena otak anak memiliki plastisitas tertinggi, siap menyerap segala stimulasi yang diberikan.

Pengembangan Kognitif dan Bahasa: Guru PAUD dan TK tidak hanya mengajar berhitung atau mengenal huruf. Mereka memantik rasa ingin tahu, melatih kemampuan berpikir logis sederhana, dan memperkaya kosakata melalui permainan dan interaksi yang menyenangkan.

Pembentukan Karakter dan Etika: Sejak dini, anak belajar tentang berbagi, antri, menghormati teman, dan menyelesaikan konflik. Guru adalah teladan pertama yang mengajarkan nilai-nilai moral dan etika dasar sebelum anak melangkah ke jenjang pendidikan formal yang lebih tinggi.

Keterampilan Sosial-Emosional: Kemampuan mengelola emosi, bersosialisasi, dan berempati adalah bekal penting untuk kesuksesan di masa depan. Di tangan guru usia dini yang penuh kasih, anak-anak belajar mengenali perasaannya dan membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

Penghormatan Khusus untuk Guru PAUD dan TK adalah bagian terpenting yang perlu dikuatkan saat ini. Mengingat perhatian belum begitu maksimal dari pemerintah. 

Kolaborasi Peran antara guru dan Orang Tua merupakan hal terpenting dalam proses pendidikan anak usia dini. Meskipun guru di PAUD dan TK adalah profesional yang berdedikasi, mereka hanyalah bagian dari sistem. Pendidikan usia dini yang paling efektif adalah yang menerapkan kolaborasi segitiga yang harmonis antara Anak, Guru, dan Orang Tua. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama anak, dan rumah adalah sekolah pertama yang membentuk kepribadian.

Di Hari Guru ini, penting untuk menegaskan kembali bahwa peran orang tua tidak berhenti saat anak diantar ke gerbang sekolah. Keterlibatan aktif orang tua adalah booster (pendorong) yang melipatgandakan hasil dari kerja keras guru.

Peran Kunci Orang Tua dalam Mendukung Pendidikan Usia Dini dimulai dari rumah. Guru Pertama dan Utama adalah Orang tua yang menjadi role model (teladan) paling dekat dengan anak. 

Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan etika dasar dipelajari anak melalui pengamatan dan peniruan perilaku orang tua sehari-hari di rumah. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Kondusif: Ini berarti menyediakan waktu khusus untuk bermain sambil belajar, membacakan buku, mendengarkan cerita anak, dan mematikan gawai sejenak. Lingkungan rumah yang penuh kasih sayang dan stimulasi adalah laboratorium belajar terbaik.

Dukungan Emosional dan Motivasi: Pujian, dorongan, dan rasa aman yang diberikan orang tua membangun kepercayaan diri anak. Dukungan emosional ini adalah fondasi psikologis yang memungkinkan anak berani mencoba hal baru dan tidak takut membuat kesalahan di sekolah.

Kemitraan Aktif antara Orang tua dan guru melalui komunikasi secara terbuka mengenai perkembangan, kesulitan, dan minat anak. Kemitraan ini memastikan bahwa metode pengajaran di sekolah dan di rumah berjalan selaras dan konsisten.

Para guru di jenjang usia dini memikul tanggung jawab yang unik dan berat. Mereka harus menjadi pendidik, pengasuh, motivator, sekaligus penghibur. Mereka adalah arsitek yang memastikan fondasi rumah masa depan seorang anak berdiri kokoh.

Di Hari Guru ini, mari kita berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang dengan sabar dan dedikasi luar biasa mendidik tunas-tunas bangsa. Pekerjaan mereka mungkin tidak selalu terlihat glamor, namun dampaknya bersifat permanen dan transformatif. Setiap senyum, setiap pelukan, dan setiap lagu yang mereka ajarkan adalah investasi jangka panjang bagi kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

Selamat Hari Guru Nasional! Terima kasih telah menjadi cahaya penuntun bagi anak-anak Indonesia, terutama yang telah memulai perjalanan pendidikannya sejak usia emas. Merekalah yang menanam benih-benih emas yang kelak akan menghasilkan buah keunggulan bagi negeri.

 

Oleh: Dr. Fatrica Syafri, M. Pd.I., CPS
Dosen PIAUD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
Ketua PW Fatayat NU Provinsi Bengkulu
Founder Bambeeno Daycare.