Skip to main content
x
Komitmen Desa Jayakarta Berbuah Hasil, Angka Stunting Turun Signifikan

Komitmen Desa Jayakarta Berbuah Hasil, Angka Stunting Turun Signifikan

Warta Prima,29 September 2025 Pemerintah Desa Jayakarta kecamatan talang empat kabupaten Bengkulu Tengah, terus menunjukkan komitmen serius dalam penanganan stunting. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, angka anak yang terindikasi stunting mengalami penurunan signifikan, dari 9 anak menjadi hanya 4 anak pada tahun 2025.
Acara Pemberian bantuan makanan bergizi untuk kegiatan Penanganan dan pencegahan balita stunting di hadiri kepala desa dan pemdes, Bidan desa, kader posyandu dan ibu balita. 

Kepala Desa Jayakarta Sri Purwanti menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah desa, bidan desa, kader Posyandu, serta dukungan penuh dari para orang tua dan masyarakat. “Penurunan ini menunjukkan bahwa desa kami fokus dalam memperhatikan anak-anak yang terindikasi stunting,” ujar Kades Jayakarta dalam sesi wawancara.

Penanganan stunting di desa dilakukan secara rutin dalam kurun satu minggu sekali dengan pemberian makanan bergizi setiap minggu, seperti susu, sayur, dan biskuit, dan di lihat dari apa yang di butuhkan balita, Kegiatan ini telah dijalankan secara konsisten setiap tahun. 

Selain pemberian makanan bergizi, pemerintah desa juga memastikan tersedianya sarana dan prasarana Posyandu yang memadai. Termasuk di dalamnya pengadaan dan perbaikan alat kesehatan seperti timbangan balita, serta pelatihan bagi kader Posyandu agar penanganan stunting lebih tepat dan terarah.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pemantauan dan penanganan stunting melibatkan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat, yang secara rutin turun langsung melakukan pengecekan dan pendataan anak-anak yang terindikasi stunting.

Dengan rutinitas dan kolaborasi lintas sektor ini, pemerintah desa berharap angka stunting di Desa Jayakarta bisa ditekan hingga nol. “Harapan kami, ke depan Desa Jayakarta benar-benar terbebas dari stunting,” tutup Kepala Desa. ( jajang)