Skip to main content
x
Desa Simpang Targetkan PAD Rp50 Juta dari Program BUMDes Berbasis Jagung dan Kambing

Desa Simpang Targetkan PAD Rp50 Juta dari Program BUMDes Berbasis Jagung dan Kambing

​Pemerintah Desa Simpang, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Bengkulu, menetapkan target ambisius untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) hingga Rp50 juta pada tahun pertama melalui program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang baru dibentuk tahun ini. 

Strategi utama yang ditempuh difokuskan pada dua sektor komoditas unggulan: penggemukan kambing dan penanaman jagung.
​Kepala Desa Simpang, Rezon Effendi, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan pemanfaatan alokasi dana desa untuk ketahanan pangan sebesar 20 persen. "Untuk ketahanan pangan yang 20 persen dari dana desa itu untuk BUMDes, kita merencanakan penggemukan kambing. Terus yang nabati itu kebun jagung," ujar Rezon di kediamannya pada Rabu, 24 September 2025.

​Optimisme di Tengah Tantangan Awal
​Meskipun sempat menghadapi kendala administratif—termasuk pengunduran diri ketua dan pengurus lama sebelum pembukaan rekening resmi—saat ini pengurus baru BUMDes telah terbentuk, dan proses pembukaan rekening bank sedang dipercepat. Langkah ini krusial agar dana penyertaan modal dapat segera dicairkan untuk memulai operasional.

​Akselerasi Program Komoditas
​Rezon Effendi mengungkapkan bahwa persiapan di sektor pertanian sudah matang. Lahan untuk jagung telah disiapkan, dan bibit pun tersedia. Penanaman jagung ditargetkan akan dimulai paling lambat pada awal Oktober 2025.
​Sementara itu, program penggemukan kambing akan segera dijalankan oleh BUMDes, dengan mekanisme pengelolaan yang sepenuhnya diserahkan kepada pengurus baru. Rezon Effendi menyatakan keyakinannya bahwa kombinasi kedua sektor ini—pengembangbiakan dan penggemukan kambing, serta budidaya jagung—mampu menyumbang minimal Rp50 juta untuk PAD desa dalam tahun pertama pelaksanaannya.
​"Targetnya ya minimal 50 jutaan lah," tegas Rezon, seraya berharap BUMDes dapat berkembang pesat melalui fokus pada dua komoditas ini, sekaligus menjadi pilar utama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Simpang.