Tamping Rutan Bengkulu Diberikan Baju Seragam, Karutan Farizal : Optimalkan Tanggung Jawab dan Kepercayaan
Bengkulu - Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu melakukan langkah progresif dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan warga binaan dengan membagikan seragam khusus kepada warga binaan yang dikaryakan sebagai tamping pada Rabu (19/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Rutan Bengkulu untuk memberikan kesempatan bagi para warga binaan agar dapat mengembangkan keterampilan dan memperoleh pengalaman kerja selama menjalani masa hukuman.
Karutan Bengkulu, Farizal Antony mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa kebanggaan dan tanggung jawab kepada para warga binaan yang terpilih sebagai tamping.
“Seragam ini bukan hanya sebagai pakaian, tetapi juga sebagai simbol kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan kepada mereka. Kami berharap dengan adanya seragam ini, para tamping akan lebih termotivasi dan merasa dihargai atas kontribusi mereka,” ujar Farizal.
Tamping adalah sebutan bagi warga binaan yang diberi tugas khusus untuk membantu kegiatan operasional di dalam rutan, seperti menjaga kebersihan, membantu di dapur, atau tugas-tugas administratif lainnya. Para tamping ini dipilih berdasarkan perilaku baik dan kepercayaan yang mereka peroleh selama menjalani masa hukuman. Dengan adanya seragam khusus, diharapkan para tamping dapat menjalankan tugasnya dengan lebih profesional dan berintegritas.
Program pembagian seragam ini juga merupakan bagian dari strategi pembinaan yang dilakukan oleh Rutan Bengkulu untuk menekan angka residivisme dan mempersiapkan warga binaan agar lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas. “Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan bekal yang berguna untuk kehidupan mereka di luar nanti. Dengan keterampilan dan pengalaman yang mereka dapatkan selama di sini, kami berharap mereka dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” tambah Farizal.
Melalui berbagai inisiatif ini, Rutan Bengkulu terus berupaya untuk memberikan kontribusi positif dalam proses rehabilitasi warga binaan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi sosial, diharapkan program-program seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang nyata bagi warga binaan serta masyarakat luas.
