Diduga Tidak Kantongi Izin, Tambang Pasir Desa Cugung Lalang Kepahiang Tetap Beraktivitas
Wartaprima.com - Salah satu tambang pasir atau galian C yang saat ini aktif beroperasi di salah satu desa yang berada di kabupaten Kepahiang yaitu Desa Cugung Lalang masih jadi pertanyaan terkait izin operasi galian C tersebut yang diduga tidak mengantongi izin atau ilegal dari sejak pertama kali beroperasi. namun aktivitas tersebut sampai saat ini masih Tetap berjalan. Kepahiang ( 24/02/2025 ).
Terkait adanya aktivitas pertambangan pasir atau galian C tersebut di desanya Kepala Desa Cugung Lalang menjelaskan bahwa dari awal kegiatan tersebut berjalan sampai saat ini belum ada pemberitahuan atau tembusan yang diberikan instansi Pemerintahan terkait izin beroperasi nya tambang tersebut, bahkan sampai saat ini pemerintah desa juga belum tahu kejelasan terkait pengelolaan tambang pasir tersebut apakah milik perorangan atau sebuah perusahaan yang berbadan hukum.
Aktivitas penambangan pasir tersebut menurutnya sudah ada sejak tahun 2023 yang lalu hingga saat ini masih tetap berjalan dan sudah beberapa kali juga pihak pemerintahan Desa mempertanyakan dan memberikan teguran kepada pihak pengelola terkait aktivitas penambang pasir tersebut namun tidak ada tanggapan sama sekali, Bahakan sudah beberapa kali warga melaporkan akibat dampak aktivitas Penambangan Pasir tersebut beberapa lahan perkebunan warga sudah ada yang tergerus dan ambruk.
Berdasarkan pengamatan team investigasi wartaprima.com dilokasi, banyak menemukan dugaan pelanggaran yang terjadi dilokasi terutama dugaan pengerusakan lingkungan alam dan ekosistem yang nantinya akan berdampak pada bencana alam mengingat daerah tersebut merupakan titik rawan banjir dan dibeberapa ruas jalan kabupaten didesa cugung lalang dan sekitarnya sudah ada retakan dan gelombang yang diduga akibat dari dampak keluar masuknya kendaraan bermuatan pasir yang melebihi kapasitas tonase dari kekuatan jalan. kemudian untuk suplai bahan bakar minyak ( solar ) untuk mengoperasikan alat berat tersebut di dapatkan dari mana, mengingat status tambang tersebut diduga masih simpang-siur. (Jhonata)
