Ini Kata Ketua Dewan Pers Mengenai Penguatan Kapasitas Hak Atas Kemerdekaan Pers
Wartaprima.com - Dalam kegiatan seminar yang mungusung tema "Penguatan Kapasitas Hak Atas Kemerdekaan Pers Dalam Mendukung Program Pembangunan di Provinsi Bengkulu" yang dilaksanakan di Raffles City Hotel Selasa, (24/07/18) salah satu narasumbernya adalah Ketua Dewan Pers Pusat yakni Yosep Adi Prasetyo.
Saat menyampaikan materinya, Ketua Dewan Pers mengatakan, saat ini di Indonesia sudah banyak sekali media baik itu media online, cetak, dan tv. Jumlah media yang semakin meningkat, saat ini 47.000 media yang ada di Indonesia.
Ketua Dewan Pers Pusat (Yosep Adi Prasetyo) juga menyampaikan," Dari 47.000 media yang ada di Indonesia, 200 media cetak, 43.300 media Online, 674 Radio, 523 media Televisi. Akan tetapi dari sekian banyak media yang ada di Indonesia, hanya 321 media yang sudah terverifikasi aktual oleh dewan pers," kata Yosep Adi Prasetyo.
Lanjutnya, tren media dari era 2000-2018 media cetak terus menurun sementara media online terus tumbuh dan berkembang dengan luar biasa pesatnya.
Ketua dewan pers juga menyampaikan ratting pembaca dari tahun 2010-2018 sebagai berikut :
- Media cetak : menurun 25 %
- Radio : menurun 30%
- Tv. : Menurun 200%
- media Cyber : meningkat naik drastis 500%.
Ia juga mengatakan, kemerdekaan dewan pers di Indonesia nomor satu di asia paling baik, kebebasan sangat luar biasa kalau di indonesia ini.
Yosep juga menyampaikan bahwa wartawan tidak boleh mencari iklan, tugas suci wartawan mencari berita saja, biarlah pemimpin perusahaan yang mencari iklan," sampainya.
Dalam hal ini, Ketua Dewan Pers (Yosep Adi Prasetyo) berpesan marilah menggunakan dan membuat media yang sesuai dengan UU Pers, dan juga marila untuk melengkapi Administrasi Perusahaannya, jangan hanya ada medianya saja akan tetapi kantor, administrasinya tidak ada alias hanyalah media hayalan saja. Akan tetapi marilah kita berbenah, marilah kita taati aturan yang ada. Ia juga mengatakan jangan membuat media politik yabg hanya seumur jagung. Kenapa saya katakan seumur jagung? Ya karena hanya akan popular saat ada musiman tertentu saja, misalnya pilpres, pileg, pilkada. Sesudah habis masanya media nya juga akan redup. Jangan menciptakan media yang abal-abalan, akan tetapi seriuslah dalam bermedia, lengkapi syarat2 yg diperlukan di media.
Saat ini musuh kita adalah, media buzzer, media sara, media hoax.
Perlu diketahui, bulan depan Tim dari Dewan Pers akan turun ke 34 Provinsi yang ada di seluruh Indonesia dan akan lakukan check real media yang ada. [Is]
