Skip to main content
x
Foto:Ketua PGRI Kota Kotamobagu baru, Erni Mokodompit.

PGRI Kotamobagu Tancap Gas: Erni Mokodompit Nahkodai Organisasi Guru 2026–2030

Kotamobagu,WartaPrima.com-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kotamobagu sukses menggelar Konferensi ke-3 dalam rangka pemilihan Ketua PGRI periode 2026–2030. Agenda strategis organisasi guru ini dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) dan berlangsung tertib, demokratis, serta penuh semangat konsolidasi.

Konferensi yang mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas” menjadi penegasan komitmen PGRI dalam memperkuat peran guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia, khususnya di Kota Kotamobagu.

Forum tertinggi organisasi guru tersebut dihadiri pengurus PGRI, perwakilan guru lintas jenjang pendidikan, serta sejumlah tamu undangan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, mulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya hingga proses pemilihan ketua yang dilakukan secara terbuka dan bermusyawarah.

Tak sekadar agenda elektoral, konferensi ini juga menjadi ruang konsolidasi gagasan. Berbagai isu strategis dunia pendidikan dibahas secara serius, mulai dari peningkatan kualitas dan profesionalisme guru, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga penguatan posisi PGRI sebagai mitra kritis dan konstruktif pemerintah daerah.

Hasilnya, Kepala SMP Negeri 4 Kotamobagu, Erni Mokodompit, resmi terpilih sebagai Ketua PGRI Kota Kotamobagu periode 2026–2030. Terpilihnya Erni diharapkan membawa energi baru, memperkuat soliditas organisasi, serta mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah menuju visi Indonesia Emas.

Usai terpilih, Erni menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan anggota PGRI atas suksesnya pelaksanaan konferensi dan pemilihan pengurus.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman dan panitia atas terselenggaranya pemilihan pengurus PGRI Kota Kotamobagu periode 2026–2030 dengan aman dan lancar,” ujar Erni, Selasa (3/2/2026).

Ia menegaskan, langkah awal kepengurusan sebelum pengukuhan oleh Pengurus Provinsi PGRI Sulawesi Utara adalah melakukan audiensi dengan Wali Kota Kotamobagu terkait kesiapan Ibu Wali Kota sebagai Bunda Guru.

“Program pertama kami adalah audiensi dengan Pak Wali Kota. Ini sudah kami komunikasikan dengan Dinas Pendidikan dan para tokoh pendidikan,” jelasnya.
Selain itu, Erni memastikan akan segera mengonsolidasikan seluruh anggota PGRI agar organisasi tidak sekadar formalitas.
“Kami ingin PGRI Kota Kotamobagu tidak hanya diam, tetapi benar-benar bergerak,” tegasnya.

Dalam aspek perlindungan tenaga pendidik, PGRI juga akan menggandeng Bagian Hukum Pemkot Kotamobagu untuk memperkuat perlindungan hukum bagi guru.

“Masalah bisa saja terjadi. Dengan adanya surat edaran perlindungan guru, kami ingin para guru merasa aman dan terlindungi saat menjalankan tugas,” tambahnya.

Erni berharap, di bawah kepengurusan baru, PGRI Kota Kotamobagu tampil lebih solid, progresif, dan tegas, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung dan menyukseskan seluruh program pendidikan demi kemajuan generasi muda Kotamobagu(Bams*/)