Skip to main content
x
Jelang Muswil ke-6, DPW Perempuan Bangsa Bengkulu Gelar Rakor dan Susun Agenda Politik Organisasi

Jelang Muswil ke-6, DPW Perempuan Bangsa Bengkulu Gelar Rakor dan Susun Agenda Politik Organisasi

Bengkulu – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Provinsi Bengkulu menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk mematangkan kesiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-6 di Gedung DPW PKB, acara ini dihadiri langsung Ketua DPW PKB Bengkulu H. Zainal, S.Sos., M.Si, Bendahara DPW PKB Bengkulu Suroto, Sekretaris DPW Perempuan Bangsa Ita Yunita, A.Ma., S.H, serta pengurus DPW Perempuan Bangsa Provinsi Bengkulu, Jumat (23/5/26).

H. Zainal, S.Sos., M.Si yang didampingin langsung oleh Bendahara DPW PKB Suroto memimpin langsung jalannya rapat koordinasi dan pemantapan ini. Pertemuan difokuskan untuk menyelaraskan persiapan teknis dan mendengarkan laporan dari badan otonom (banom) demi menyukseskan agenda lima tahunan tersebut. 

Dalam kesempatan ini, Ketua DPW PKB Zainal mengawal langsung estimasi serta alokasi anggaran operasional kegiatan, jalannya persiapan ini didukung penuh secara materiel maupun tenaga oleh Pengurus DPW PKB Bengkulu.

Sekretaris DPW Perempuan Bangsa Ita Yunita, A.Ma., S.H dalam laporannya menyampaikan penjadwalan yang telah disetujui oleh DPP Pusat Perempuan Bangsa akan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 6 Juni 2026.

Selanjutnya Ita Yunita memaparkan beberpa poin krusial seperti :

• Pembentukan Kepanitiaan dan yang akan mengikuti kegaiatan 150 oarang peserta

• Memastikan kehadiran Kepengurusan DPC Perempuan Bangsa Kabupaten/Kota

• Mempersiapak Undangan

• Penyelarasan Agenda: Menyiapkan program kerja strategis perempuan untuk disinkronisasikan ke dalam draf besar Muswil.

• Kesiapan Teknis: Menuntaskan tanggung jawab seksi acara dan akomodasi yang diamanahkan kepada panitia Perempuan Bangsa dllnya.

Muswil ke-6 DPW Perempuan Bangsa Provinsi Bengkulu ini dirancang sebagai momentum penting partai. Agenda utama kegiatan ini adalah melakukan konsolidasi internal, merumuskan langkah politik strategis, serta memilih susunan struktur kepengurusan baru untuk periode masa bakti berikutnya, ungkapnya.( **)