Rutan Bengkulu Gandeng Kemenag, Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan
Bengkulu — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui kegiatan pembinaan kerohanian yang digelar di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu, Rabu (8/10). Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi antara Rutan Bengkulu dan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, sebagai wujud nyata pelaksanaan program Pemasyarakatan Maju dan PASTI Berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan pembinaan yang diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini menghadirkan narasumber dari Kemenag Bengkulu, Ibu Mulya, yang didampingi oleh Pembina Kerohanian Rutan Bengkulu, Nanang Darmawan. Dalam penyampaiannya, Ibu Mulya memberikan pencerahan rohani yang menekankan pentingnya memperbaiki diri, menumbuhkan keimanan, serta menjadikan masa pembinaan di rutan sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
“Pembinaan spiritual menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter warga binaan. Kami berharap melalui kegiatan ini, para WBP dapat memperkuat iman dan mengembangkan kesadaran diri untuk berubah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat setelah bebas nanti,” ujar Nanang.
Sementara itu, Kepala Rutan Bengkulu melalui pernyataan tertulisnya menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemenag Bengkulu dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan rohani yang secara rutin digelar di Rutan. Menurutnya, kerja sama lintas lembaga ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan sistem pembinaan yang komprehensif, tidak hanya fokus pada keterampilan dan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan spiritual sebagai pondasi utama pembentukan moral warga binaan.
“Sinergi dengan Kemenag ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan Rutan Bengkulu sebagai tempat pembinaan yang berorientasi pada perubahan. Kami ingin memastikan bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada aspek fisik, tetapi menyentuh nilai-nilai keagamaan yang dapat membentuk kepribadian lebih baik,” ujarnya.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka mendengarkan tausiah dengan khidmat dan aktif berinteraksi dalam sesi tanya jawab. Bagi mereka, kegiatan ini menjadi ruang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
