Pemda Lebong Angkat Bicara Terkait Operasi MBG
Wartaprima.com – Acara makan gratis yang digelar di Kabupaten Lebong berujung petaka. Ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap hidangan pada kegiatan tersebut.
Informasi yang dihimpun, siswa mulai mengeluh mual, muntah, hingga pusing beberapa jam setelah menghadiri acara. Sejumlah korban kemudian dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani membenarkan adanya dugaan kasus keracunan massal tersebut. Pihaknya kini tengah memeriksa panitia penyelenggara dari SPPG untuk memastikan penyebab siswa mengalami keracunan makanan.
“Sudah ada beberapa perwakilan pihak SPPG yang kita periksa. Sampel makanan juga sudah dibawa ke laboratorium untuk diteliti, jadi untuk masyarakat mohon bersabar jika hasilnya sudah keluar nanti kita kabari,” ujar Kapolres, jumat (29/8/2025).
Sementara itu Bupati Lebong H.Azhari menegaskan bahwa pihak sari SPPG tidak ada berkordinasi dengan pemerintah daerah maupun forkopimda selama MBG beroperasi namun hal ini menjadi pertanyaan besar untuk pemerintah daerah.
"Selama ini pihak SPPG tidak ada berkordinasi dengan Pemda maupun forkopimda, jadi untuk satu sampai 2 bulan ini MBG kita minta stop dulu," tegas Bupati
Sambung Bupati Azhari bahwa pemerintah kabupaten lebong bersama pihak forkopimda akan membentuk satgas untuk kegiatan MBG sebagai bentuk pengawasan.
"Kita tidak Alergi dengan MBG, tetapi tetap ada evaluasi apalagi ini perogram peresiden namun tetap harus ada pengawasan dari pihak Pemda bersama forkopimda," tutup Bupati Azhari
Kasus ini menjadi perhatian publik di Lebong mengingat acara tersebut awalnya bertujuan sebagai kegiatan sosial dengan menyediakan hidangan gratis bagi Anak Sekolah. Kini, aparat kepolisian bersama pihak terkait terus mendalami penyebab dan memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang layak.
