Sebanyak 11 Unit Dapur MBG di Wilayah 3T Bengkulu Utara Hingga Saat ini Belum Beroperasi
BENGKULU UTARA - Investor pembangunan dapur MBG di Kabupaten Bengkulu Utara merugi, usai 11 unit dapur yang telah dibangun hingga saat ini belum beroperasi, Minggu (5/7/2026).
"Beban modal yang kami keluarkan mencapai milyaran rupiah. Bukan sedikit, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan terkait operasionalnya," kata Ketua Yayasan Nur Kalimosodo Padang Jaya, Ahmad Rajid.
Rajid mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah membangun sebelas unit dapur MBG, sembilan diantaranya telah seratus persen selesai. Sebanyak tujuh unit tahap appraisal, dua proses administrasi dan dua lainnya tahap pembangunan.
Diaebutkan, dapur MBG yang telah dibangun masuk sebagai wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Kabupaten Bengkulu Utara.
Selain Desa Air Simpang, pihaknya telah membangun dapur MBG di Desa Sekamanak, Bukit Harapan, Gembung Raya, Kinal Jaya, Muara Santan, Limas Jaya, Lebong Tandai, Manganyau Timur, Seberang Tunggal dan Desa Air Kuro.
"Titik-titik ini sesuai dengan perintah Satgas Daerah sekaligus yang menentukan titik dan SK resmi dari BGN," jelasnya.
Sejak Desember 2025, dana pembangunan 11 dapur MBG di wilayah 3T ini ditaksir telah mencapai 1 milyar. Dana ini mencakup alat kelengkapan, sesuai nilai appraisal oleh DJIN dan KPKLN.
"Kami inginkan kepastian, karena hingga saat ini belum ada kejelasan. Kami telah membantu pemerintah, namun kondisinya tak sesuai harapan dan komitmen awal. Kami harapkan segera beroperasi," pintanya.
Dalam waktu dekat, bersama investor lain di Provinsi Bengkulu, Ahmad Rajid akan mendatangi kantor Kepala Regional BGN Provinsi Bengkulu.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Utara menjelaskan, hingga saat ini Satker Program Makan Bergizi Gratis Kabupaten setempat terus menunggu informasi dari pihak Badan Gizi Nasional.
"Kami juga masih menunggu dari BGN melalui Kepala Regional BGN Provinsi Bengkulu terkait hal ini. Karena teman-teman juga sudah membangun dapur MBG di kawasan 3T," kata Sabani Sekretaris Program MBG Bengkulu Utara, melalui seluler.
Kasus ini menjadi perhatian karena program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok sasaran di berbagai daerah, termasuk kawasan 3T.
