Warga Binaan Rutan Bengkulu Ikuti Ujian Akhir Semester, Hak Pendidikan Tetap Terjamin
Dukung Hak Pendidikan, Rutan Bengkulu Fasilitasi Ujian Akhir Semester Warga Binaan
12 Maret 2025
Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung hak pendidikan bagi warga binaan. Kali ini, Rutan Bengkulu memfasilitasi pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) bagi seorang warga binaan berinisial Db (18), yang masih terdaftar sebagai siswa di SMA Negeri 3 Seluma.
Db mulai menjalani ujian pada Rabu (12/3), dengan pengawasan langsung dari guru pengawas, Arisa Rahmi. Pelaksanaan ujian ini dijadwalkan berlangsung selama satu minggu dan dilakukan di salah satu ruangan khusus yang telah disediakan oleh pihak Rutan.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi, termasuk dalam bidang pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan agar warga binaan tetap memiliki masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana mereka.
“Kami berkomitmen untuk mendukung setiap warga binaan yang masih berstatus sebagai pelajar agar tetap bisa menyelesaikan pendidikannya. Ini merupakan bagian dari hak dasar mereka yang harus kami fasilitasi,” ujar Yulian.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak Rutan telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar akademik yang berlaku. Yulan juga menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan berbagai program pendidikan bagi warga binaan, baik yang bersifat formal maupun non-formal. Selain memfasilitasi warga binaan yang masih berstatus pelajar untuk tetap mengikuti pendidikan sekolahnya, Rutan juga menyediakan program pendidikan kejar paket serta berbagai pelatihan keterampilan.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan yang keluar dari Rutan memiliki bekal yang cukup, baik dalam pendidikan maupun keterampilan kerja. Dengan begitu, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan lebih percaya diri dan memiliki peluang yang lebih baik,” pungkas Yulian.
Pelaksanaan ujian Db dilakukan dengan pengawasan ketat untuk memastikan transparansi dan kejujuran dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Guru pengawas, Arisa Rahmi, yang ditugaskan langsung oleh pihak sekolah, menyampaikan bahwa Db mengikuti ujian dengan serius dan berusaha mengerjakan setiap soal dengan maksimal.
“Selama pelaksanaan ujian, yang bersangkutan tetap kami awasi dengan baik. Untuk pelaksanaan ujian dijadwalkan selama satu minggu,” kata Arisa.
