Kemarau Mengamuk! Kepahiang Dikepung Kebakaran Beruntun, Damkar Cuma Punya 1 Mobil Operasional
Kepahiang, Wartaprima.com - Ancaman musim kemarau di Kabupaten Kepahiang, dalam sepekan terakhir, petugas pemadam kebakaran (Damkar) harus berjibaku menghadapi amukan si jago merah yang muncul di berbagai titik secara hampir bersamaan. Nahasnya, di tengah situasi genting yang menuntut respons cepat tanggap, petugas justru dihadapkan pada kenyataan pahit, keterbatasan armada membuat mereka harus pandai-pandai memilih lokasi mana yang harus didahulukan.
Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Kepahiang, Dedi Sukrizal, ST, tidak menampik bahwa intensitas kebakaran mengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir.
"Untuk intensitas kemarau ini, apalagi di satu minggu terakhir ini, seperti kemarin ada lima titik, tapi yang ditangani empat, di Talang Pito, Pagar Agung, Kelilik, dan Muara Langkap. Yang terakhir rumah," ungkap Dedi, Selasa 25 Agustus 2026.
Musim kemarau yang membuat cuaca panas dan lingkungan kering memicu api berkembang dengan sangat cepat. Situasi ini memaksa petugas berpacu dengan waktu agar amukan api tidak semakin meluas dan memakan korban jiwa maupun kerugian harta benda yang lebih besar.
Terlebih lagi, amukan api tidak hanya melalap lahan perkebunan warga, melainkan sudah merambah ke bangunan rumah penduduk. Kondisi ini tentu membutuhkan penanganan ekstra cepat demi keselamatan nyawa masyarakat.
Di balik aksi heroik para petugas di lapangan, Dedi blak-blakan mengungkap kendala klasik yang menjadi batu sandungan serius. Saat ini, pihak Damkar Kabupaten Kepahiang hanya bisa mengandalkan satu unit mobil pemadam yang layak beroperasi.
Alhasil, ketika laporan kebakaran masuk dari beberapa lokasi berbeda dalam waktu yang berdekatan, petugas dibuat kewalahan dan tidak bisa langsung meluncur ke semua tempat sekaligus.
"Seperti kemarin terjadi kebakaran lahan, di Kelilik, sama di Talang Pito. Hanya kita pergi yang di Kelilik karena dekat. Itu salah satu kendala, keterbatasan mobil," keluh Dedi.
Kondisi darurat ini membuktikan bahwa kesiapan personel saja tidak cukup. Pemerintah daerah dinilai perlu segera turun tangan memberikan solusi nyata berupa penambahan sarana dan prasarana agar pelayanan kedaruratan masyarakat tidak terhambat.
Imbauan Penting untuk Warga Kepahiang
Mengingat tingginya potensi kebakaran sebelum maupun selama sepekan terakhir, Dedi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra selama musim kemarau ini.
Hindari Pemicu Api: Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas membakar sampah sembarangan atau membuka lahan perkebunan dengan cara membakar di area yang kering.
Kecepatan Melapor: Dengan hanya mengandalkan satu unit armada, kecepatan informasi dari masyarakat menjadi kunci utama. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang petugas memadamkan api sebelum membesar.
Kini, ancaman kebakaran masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar di Kabupaten Kepahiang. Ketika titik-titik api terus bermunculan di tengah kemarau, keterbatasan armada bukan lagi sekadar kendala teknis, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan warga.
Reka Fitriani
