Skip to main content
x

Merajut Asa, Memahat Kemanunggalan di Pinang Jaya

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL bersama warga Kelurahan Pinang Jaya mengerjakan sasaran Fisik

Ketika kabut pagi masih memeluk erat lekuk perbukitan Gunung Betung, secercah harapan runtuh bersama tetesan embun yang membasahi tanah subur Kelurahan Pinang Jaya. Di sinilah, di batas kota tempat gemuruh urban berbisik mesra dengan keheningan agraris, jemari-jemari perkasa berurat baja berpadu dengan telapak tangan legam para petani, menganyam kembali pintalan takdir yang sempat koyak oleh keterbatasan zaman.

Setiap jengkal tanah berombak di kawasan suburban Kecamatan Kemiling ini kini menjadi saksi bisu, bahwa rindu akan kemajuan bukan lagi sekadar mimpi yang menggantung di awan, melainkan sebuah kepastian yang dipahat bersama detak jantung keringat gotong royong.

Sejak genderang TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 ditabuh pada 15 Juli hingga berakhir 13 Agustus 2026, wajah Pinang Jaya tidak lagi sama. Wilayah strategis yang berjarak 5,9 kilometer atau sekitar 16 menit perjalanan dari Markas Kodim 0410/KBL ini mendadak riuh oleh deru semangat yang membakar dada 150 personel gabungan. Kebun-kebun durian yang rimbun dan hamparan pisang mikro milik warga kini menjadi latar belakang panggung kemanusiaan terbesar musim ini.

Melalui sokongan dana Mabes TNI AD sebesar Rp 474.500.000 dan sinergi APBD Kota Bandar Lampung senilai Rp 2.000.000.000, program bertema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa" ini mendobrak sekat-sekat keterisolasian.

 Sebanyak 122 prajurit TNI AD, 9 personel TNI AL, 9 prajurit TNI AU, dan 10 anggota Polri melebur tanpa sekat bersama masyarakat. Mereka tidak hanya membawa semen dan sekop, tetapi membawa sebuah janji suci untuk meninggikan harkat dan martabat kehidupan di pinggiran kota.

 

 

Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, S.P., M.A., saat pembukaan TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL

Sentuhan Sinergi Pemerintah dan TNI

Langkah kaki pembangunan ini dimulai dari sebuah kesadaran kolektif bahwa infrastruktur adalah urat nadi kehidupan masyarakat pinggiran. Kelurahan Pinang Jaya, dengan kontur tanahnya yang berbukit dan bergelombang, selama bertahun-tahun merindukan sentuhan pembenahan fasilitas publik yang kokoh. Ketika musim hujan tiba, tanah liat yang licin sering kali mengisolasi aktivitas ekonomi warga yang mayoritas terbelah antara pekerja urban dan petani kebun.

Pemerintah Kota Bandar Lampung melihat urgensi ini bukan sebagai beban, melainkan sebagai ladang pengabdian yang harus digarap bersama-sama secara totalitas. Melalui kolaborasi yang harmonis dengan Kodim 0410/KBL, perencanaan matang mulai dikonversikan menjadi aksi nyata di lapangan demi meretas jalan kesejahteraan.

Kehadiran program ini laksana oase di tengah dahaga pembangunan yang dirasakan oleh warga perbatasan antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran ini.

Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, S.P., M.A., mengapresiasi komitmen Kodim 0410/KBL yang terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui program TMMD.

Ia menilai Kelurahan Pinang Jaya menjadi lokasi yang tepat untuk pelaksanaan TMMD karena masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar. Melalui program ini, diharapkan aksesibilitas masyarakat semakin baik sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga.

“Program TMMD merupakan bukti nyata bahwa ketika TNI, pemerintah, dan masyarakat bersatu, berbagai keterbatasan dapat diatasi. Semangat gotong royong yang menjadi ruh TMMD harus terus kita pelihara sebagai warisan bangsa,” ujarnya dengan nada optimis.

Sekda juga meminta seluruh perangkat daerah terkait memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TMMD agar seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu. Ia turut mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

Dandim 0410/KBL sekaligus Dansatgas TMMD ke-129, Kolonel Arm Roni Hermawan saat meninjau sasran drenase di ke. Pinang Jaya

Memahat Fondasi Kesejahteraan di Tanah Berbukit

Di bawah terik matahari yang menyengat lereng perbukitan, lembar demi lembar cetak biru pembangunan mulai mewujud nyata secara masif. Sasaran fisik utama difokuskan pada pembenahan akses jalan melalui pembangunan rabat beton sepanjang 600 meter yang tersebar di empat titik strategis.

Pembangunan ini menjadi kunci pembuka belenggu transportasi bagi para petani durian dan pisang mikro untuk mengangkut hasil bumi mereka menuju pasar kota tanpa kendala medan lagi.

Tidak hanya jalan, penataan sistem sanasi lingkungan juga dikebut dengan pembuatan drainase sepanjang 460 meter di lima titik guna mencegah erosi tanah perbukitan. Dibuat pula talud sepanjang 110 meter di satu titik rawan longsor, serta gorong-gorong sepanjang 5 meter untuk memastikan aliran air mengalir lancar saat intensitas hujan tinggi.

Sentuhan spiritual pun tak luput dari perhatian, ditandai dengan renovasi total 1 unit musala dan pembangunan 3 unit tempat wudu yang layak.

Komandan Kodim (Dandim) 0410/KBL sekaligus Dansatgas TMMD ke-129, Kolonel Arm Roni Hermawan, menegaskan bahwa program TMMD ini merupakan wujud komitmen nyata dan pengabdian TNI dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat serta mempercepat pembangunan di daerah tertinggal atau berpenghasilan rendah.

Kehadiran prajurit di tengah-tengah masyarakat urban-agraris ini adalah bukti bahwa negara selalu hadir dalam setiap denyit kesulitan yang dihadapi oleh rakyatnya.

Beliau menyatakan bahwa program ini bukan hanya tentang beton dan infrastruktur fisik, melainkan tentang memperkuat tali kemanunggalan TNI dengan rakyat serta membangun kemandirian desa.

TMMD ke-129 diharapkan menjadi stimulus utama untuk mempercepat roda pembangunan kedepannya di wilayah Kota Bandar Lampung. Melalui pemerataan fasilitas umum ini, ketimpangan antara pusat kota dan wilayah suburban secara perlahan namun pasti dapat dipangkas habis.

 

Satgas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL sedang mengerjakan sasran sumur bor di Kel Pinang Jaya

Mengalirkan Kehidupan Melalui Program Unggulan

Selain sasaran fisik standar, TMMD ke-129 kali ini mengusung Program Unggulan TNI AD yang menyentuh langsung aspek paling krusial dalam kehidupan domestik warga. Salah satu yang paling dinantikan adalah pembuatan 5 unit sumur bor air bersih untuk mengatasi krisis air yang kerap melanda saat musim kemarau di dataran tinggi Pinang Jaya.

Air bersih yang mengalir dari sumur-sumur bor ini menjadi simbol baru dari mengalirnya harapan dan kehidupan yang lebih higienis bagi ratusan kepala keluarga.

Paralel dengan pemenuhan air bersih, Satgas TMMD juga membangun 7 unit fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) komunal yang memenuhi standar kesehatan lingkungan. Program ini diperkuat dengan adanya over prestasi berupa perbaikan lantai lapangan bola voli untuk sarana olahraga pemuda, serta rehabilitasi Pos Kamling demi menjaga stabilitas keamanan lingkungan warga. Semua pengerjaan dilakukan dengan standar kualitas tinggi demi menjamin daya pakai yang lama bagi masyarakat sekitar.

Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., meninjau langsung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0410/Kota Bandar Lampung di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling.

Kehadiran jenderal bintang satu ini di lapangan memberikan suntikan moril yang luar biasa bagi para prajurit dan warga yang bahu-membahu melangsir material bangunan.

Danrem juga berdialog langsung dengan personel Satgas dan masyarakat yang bergotong royong di lokasi. Di kesempatan tersebut Brigjen Sumarlin sangat mengapresiasi semangat kebersamaan yang terus terjaga sehingga pelaksanaan TMMD berjalan sesuai rencana.

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Saya berharap seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas terbaik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegas Danrem.

 

Sasaran TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL program bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Pinang Jaya

Air Mata Haru di Balik Dinding Rumah yang Baru

Sisi paling humanis dari pelaksanaan TMMD kali ini terpancar jelas dari program bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebanyak 6 unit. Bagi warga kurang mampu, memiliki rumah yang kokoh sering kali harus digeser ke urutan sekian karena desakan kebutuhan isi perut yang lebih utama.

Atap yang bocor, dinding papan yang lapuk dimakan usia, serta lantai tanah yang lembap menjadi pemandangan sehari-hari yang harus mereka telan dengan kepasrahan mendalam.

Melalui sentuhan jemari para prajurit Satgas TMMD, gubuk-gubuk nestapa itu kini dirobohkan untuk dibangun kembali menjadi hunian yang layak, sehat, dan bermartabat. Dinding batako yang rapi, rangka atap yang kokoh, serta sirkulasi udara yang baik kini menggantikan bayang-bayang ketakutan roboh saat angin kencang menerpa lereng Gunung Betung.

Transformasi fisik bangunan ini sekaligus mengembalikan senyum dan harapan baru bagi keluarga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Ibu Sumiati, warga Jalan Bukit Pinang Jaya, Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, menyampaikan rasa haru, kebahagiaan mendalam, serta apresiasi setinggi-tingginya atas terpilihnya rumah beliau sebagai sasaran fisik program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada TMMD Reguler ke-129 Kodim 0410/KBL.

Air matanya menetes tak terbendung saat melihat rumahnya kini berdiri tegap tanpa ada lagi rasa khawatir bocor saat badai malam melanda.

Beliau menyampaikan bahwa bantuan rehabilitasi rumah ini merupakan impian yang menjadi kenyataan. Kondisi tempat tinggalnya yang semula memprihatinkan kini diubah total menjadi rumah yang kokoh, sehat, aman, dan nyaman untuk keluarganya.

"Kami tidak pernah menyangka akan mendapatkan berkah sebesar ini dari bapak-bapak TNI, terima kasih telah memberikan tempat bernaung yang layak bagi anak-anak kami," ucapnya terbata-bata penuh rasa syukur.

 

Sasaran Non Fisik pelayanan KB kesehatan, pemeriksaan Posyandu bagi warga Kel Pinang Jaya

Membangun Jiwa dan Menjaga Masa Depan Bangsa

Pembangunan seutuhnya tidak melulu soal benda mati, melainkan juga tentang membangun jiwa dan raga manusianya. Melalui sasaran nonfisik, Satgas TMMD menggelar pelayanan kesehatan gratis, donor darah, pelayanan KB kesehatan, pemeriksaan Posyandu, hingga pengurusan administrasi kependudukan massal.

Sektor pemulihan gizi buruk atau stunting mendapat porsi khusus melalui pemberian makanan tambahan berupa susu, roti, telur, dan biskuit bagi balita di Pinang Jaya, diiringi pembagian 100 paket sembako bagi warga jompo.

Wawasan kebangsaan, bela negara, mitigasi bencana, hukum, kamtibmas, hingga penyuluhan bahaya narkoba serta radikalisme juga gencar diberikan untuk membentengi mental masyarakat suburban ini.

Di sektor agraria, ketahanan pangan diperkuat lewat penyaluran bibit unggul, pelepasan bibit ikan, serta penanaman 1.000 batang bibit pohon untuk menjaga kelestarian lingkungan lereng Betung. Seluruh kegiatan ini didesain komprehensif agar masyarakat tumbuh menjadi komunitas yang mandiri, sehat, dan cinta tanah air.

 

Ketua Tim Wasev TMMD ke-129, Brigjen TNI Wawan Setiawan, S.A.P., M.M., didampingi  Dandim 0410/KBL sekaligus Dansatgas TMMD ke-129, Kolonel Arm Roni Hermawan saat peninjauan sasaran

Ketua Tim Wasev TMMD ke-129 TA 2026 yang dipimpin Irter Itum Itjenad, Brigjen TNI Wawan Setiawan, S.A.P., M.M., menegaskan bahwa kehadiran Tim Wasev Mabesad bertujuan untuk memastikan seluruh sasaran pembangunan fisik dan nonfisik dikerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) TNI AD, diselesaikan tepat waktu, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat desa. Pengawasan ketat ini dilakukan agar setiap rupiah anggaran yang dikeluarkan benar-benar berdampak masif bagi warga.

Beliau menyampaikan bahwa esensi utama dari program TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan menjadi wadah untuk membangun kembali semangat gotong royong dan memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Beliau berpesan agar hasil-hasil pembangunan fisik yang telah diselesaikan (seperti renovasi mushola, fasilitas MCK, bedah rumah, dan sumur bor air bersih) nantinya dirawat dengan baik oleh warga setempat agar fungsi dan usia pakainya bertahan lama untuk kepentingan bersama.

 

 

Suasana gotong royong warga Kelurahan Pinang Jaya dan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL

Merajut Kembali Urat Nadi Gotong Royong yang Sempat Pudar

Modernitas dan letak geografis Kelurahan Pinang Jaya sebagai wilayah suburban sering kali membawa dampak sampingan berupa terkikisnya nilai-nilai kebersamaan akibat kesibukan masing-masing warga di sektor perkotaan.

Namun, pemandangan selama sebulan penuh pelaksanaan TMMD meruntuhkan kekhawatiran itu. Setiap pagi, sebelum peluit apel berbunyi, warga dari berbagai kalangan usia telah berkumpul membawa cangkul dan ember, bersiap berdiri berdampingan bersama para prajurit berpakaian loreng.

Hubungan yang terjalin tidak lagi sekadar hubungan kerja antara pelaksana proyek dan penerima manfaat, melainkan telah melebur menjadi ikatan kekeluargaan yang sangat kental.

Canda tawa di sela-sela mengaduk semen, obrolan hangat saat istirahat siang di bawah pohon durian sembari menikmati kopi kiriman warga, menjadi bumbu penyedap yang merekatkan hati. Di sinilah letak keberhasilan sejati dari TMMD, yakni merajut kembali persatuan emosional yang tulus antara tentara dan rakyatnya.

Mbah Jamikun (Warga Jalan Nangka 1, RT 03, LK 02) meskipun usianya sudah sepuh dan rambutnya telah memutih seluruhnya, tetap aktif ikut bergotong royong bersama tetangga dan Satgas TMMD menyusun material bangunan tanpa kenal lelah.

Semangatnya yang menyala-nyala menjadi pecut moral tersendiri bagi para prajurit muda yang bertugas di lapangan untuk memberikan performa pengerjaan terbaik mereka.

Beliau menyampaikan bahwa kehadiran program TMMD ke-129 ini telah berhasil menghidupkan kembali roh gotong royong warga yang mulai pudar akibat kesibukan zaman modern. Ia menegaskan siap menjaga, merawat, dan memaksimalkan seluruh infrastruktur fisik yang dibangun bersama TNI agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

"Melihat anak-anak tentara ini ikhlas berkeringat demi kampung kami, rasanya darah muda saya bergejolak kembali untuk ikut berjuang bersama mereka," tuturnya dengan mata berbinar-binar.

Anak-anak warga Kel Pinang Jaya sedang menikmati Program TNI Manunggal Air TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL

Jejak Pengabdian Abadi di Gerbang Batas Kota

Keberhasilan sebuah program berskala besar tentu tidak lepas dari peran aktif kepemimpinan lokal yang adaptif dan suportif di lapangan. Pihak kelurahan dan kecamatan bertindak sebagai jembatan hidup yang menghubungkan kebutuhan riil warga dengan eksekusi taktis dari Satgas TMMD.

Sinergi ini memastikan bahwa tidak ada satu pun bantuan fisik maupun nonfisik yang salah sasaran, melainkan semuanya tepat guna sesuai dengan karakteristik lingkungan suburban Pinang Jaya.

Setiap jengkal perkembangan infrastruktur dipantau secara berkala untuk menjaga kualitas hasil akhir agar tidak terkesan asal jadi. Dedikasi tanpa batas dari jajaran aparatur kelurahan, kepala lingkungan, hingga ketua RT yang ikut mandi keringat di lapangan adalah bukti nyata bahwa TMMD telah berhasil menggerakkan roda birokrasi dan sosial secara simultan menuju satu tujuan mulia yang sama: kemakmuran masyarakat Pinang Jaya.

Lurah Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Satria Dinata sangat bersyukur wilayah Pinang Jaya dipilih menjadi lokus utama sasaran fisik maupun nonfisik TMMD Reguler ke-129 karena percepatan pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan oleh warga setempat. Kehadirannya di tengah-tengah proyek konstruksi memberikan rasa aman dan dorongan moril yang konsisten bagi jalannya roda pembangunan harian.

Ia turun langsung memantau perkembangan proyek setiap hari. Langkah monitoring ini dilakukan bersama Camat Kemiling dan Dandim 0410/KBL guna memastikan kualitas bangunan (seperti drainase, sumur bor, dan jalan) berjalan sesuai rencana.

Beliau terus mengimbau seluruh elemen warga, RT, hingga kepala lingkungan untuk aktif bergotong-royong membantu personel TNI di lapangan agar kedekatan emosional dan kemanunggalan TNI-Rakyat benar-benar terwujud secara paripurna di tanah Pinang Jaya.

 

Proses pengerjaan rabat beton di Kelurahan Pinan Jaya oleh Satgas TMMD ke-129 Kodim 0410/KBL

Mahakarya Kemanunggalan

Ketika lembar-lembar kalender TMMD mendekati batas akhirnya, jejak-jejak perubahan di Kelurahan Pinang Jaya telah berdiri dengan megahnya. Jalan rabat beton kini telah mengeras, siap menyambut deru roda ekonomi warga; sumur bor telah siap memuncratkan air jernih pembawa berkah; dan musala telah bersolek indah menanti lantunan ayat suci yang lebih khusyuk.

Lebih dari itu, warisan non-fisik berupa pengetahuan dan peningkatan taraf kesehatan telah tertanam kuat di sanubari setiap warga.

TMMD ke-129 di Kecamatan Kemiling ini telah membuktikan bahwa pertahanan negara yang paling kuat tidak terletak pada moncong meriam atau canggihnya alutsista, melainkan pada senyum kepuasan dan kesejahteraan rakyatnya yang terpenuhi.

Manunggalnya TNI dan rakyat di wilayah perbatasan kota ini menjadi pesan tegas bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam menghadapi segala badai tantangan zaman yang kian kompleks.

 

Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., pada upacara penutupan

Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., pada upacara penutupan dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa, TMMD Ke-129 bukan semata-mata tentang pembangunan fisik.

Di balik setiap pembangunan jalan, rumah, sarana air bersih, MCK dan fasilitas umum, terdapat semangat pengabdian untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Masyarakat diharapkan dapat menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun sehingga tetap dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh generasi berikutnya. Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD juga diharapkan tidak berhenti setelah Satgas meninggalkan lokasi.

Karena sesungguhnya, TMMD bukan hanya meninggalkan pembangunan fisik, tetapi juga meninggalkan semangat kebersamaan.

Inti utama dari seluruh peluh yang menetes di bumi Pinang Jaya ini adalah investasi jangka panjang bagi kedaulatan mental dan sosial bangsa yang dimulai dari lapisan masyarakat paling bawah, yakni dari desa-desa dan kelurahan pinggiran.

Beliau menyatakan bahwa esensi terdalam dari TMMD adalah menanamkan nilai-nilai kebangsaan, memupuk kepedulian sosial, dan melahirkan ketahanan wilayah yang hakiki melalui kemanunggalan TNI-Rakyat.

Pembangunan fisik yang dilakukan merupakan jembatan fasilitas, namun persatuan hati dan bangkitnya semangat kemandirian warga pasca-TMMD adalah mahakarya sejati yang akan terus hidup dan menggeliat, mengawal peradaban Pinang Jaya menuju gerbang masa depan yang gemilang.

Saat sang surya perlahan tenggelam di balik punggung agung Gunung Betung, meninggalkan semburat jingga yang hangat di langit Pinang Jaya, sebuah babak baru telah resmi dimulai. Peluh yang menyatu dengan tanah tak lagi menjadi tanda kelelahan, melainkan benih kemakmuran yang siap bertunas dan berbuah lebat bagi anak cucu di masa depan.

Jalan-jalan beton yang membentang rata kini bukan sekadar pemotong jarak, melainkan jembatan panjang yang menghubungkan ketulusan hati para prajurit dengan mimpi-mimpi suci warga pinggiran kota.

TMMD ke-129 boleh saja usai dan pasukannya kembali ke barak, namun detak persaudaraan yang terlanjur terpatri di dada masyarakat Pinang Jaya akan tetap abadi, mengalir sekokoh aliran air sumur bor, dan berdiri setegap dinding-dinding rumah baru mereka yang penuh berkah.