Tokoh Masyarakat Dapil II Keluhkan Begal, Jalan Rusak & PPDB, Fenty: Akan Kami Kawal ke OPD
Bengkulu - Anggota DPRD Kota Bengkulu Fraksi Partai Amanat Nasional - PAN, FENTY WISNUWARDHANI melaksanakan Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun 2026 di Kelurahan Timur Indah, wilayah Dapil II meliputi Kecamatan Gading Cempaka dan Singaran Pati, Agustus 2026.
Kegiatan bertema "Menyerap dan Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Kota Bengkulu" ini dihadiri Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ketua RT, Ketua RW, serta puluhan warga Dapil II.
Turut hadir mendampingi dari unsur OPD Kota Bengkulu:
Bapak JULIANI DONO, Perwakilan Kadisdiknas Kota Bengkulu, Bapak Deni Junaidi, Dinas Perhubungan Bapak Roli Sofiko, ST - Dinas PUPR
"Yang pertama bu, kami ingin mengkonfirmasi kemarin pada waktu perencanaan Musrenbang ya itu sudah mengusulkan jalan untuk RT sebelas karena sampai saat ini kok jalan itu kok rusak parah dan belum beraspal. Sudah masuk ke DPR langsung ke pak Kepala Dinas. Jadi kami mengkonfirmasi sejauh mana perkembangannya"*
"Yang kedua di lingkungan kami itu bu sekarang ini lagi maju ada tiga titik pembangunan Perumnas. Total diperkirakan nanti sekitar empat ratus KK yang bakal masuk di wilayah Timur Indah Ujung. Kendalanya adalah akses jalan bu. Jadi ke depan paling tidak jangka singkatnya adalah nanti penebaran jalan dengan membangun rapat beton di kiri kanan jalan sudah ada"
"genk motor ini sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Bengkulu. Bukan saja anak tapi juga orang tua. Kami mohon untuk didorong dengan mitra kerja yang ada di PR. Melibatkan unsur ATH supaya ini enggak lagi jadi berpanjangan bu. Ini kucing-kucingan pak ya kan. Setelah ada event, ada peristiwa, kita semuanya repot. Tapi setelah itu ada kejadian lagi, enggak repot lagi. Ini namanya penyelesaian secara pasial, tidak secara menyeluruh"
"Maka kami harapkan ibu walaupun misalnya bukan membidangi bidang itu tolong disampaikan ke mitra kerja untuk di selesaikan secara tuntas. Kami orang tua masih luas-luas bu. Melepas anak keluar rumah terus yang malang itu sangat luas-luas"
Menanggapi banyaknya aduan anak belum dapat sekolah, Bapak JULIANI DONO - Perwakilan Kadisdiknas Kota Bengkulu' menjelaskan:
"Itu hasilnya adalah dari kementerian dan itu sudah dikunci. Dikunci apabila melebihi satu saja melebihi murid dari daya tampung yang sudah ditentukan, maka itu mau izin anak yang berlebih itu tidak akan masuk ke dalam data pokok pendidikan. Efeknya seperti apa? Maka percuma anak itu sekolah, tapi dia tidak keluar nomor induk siswa nasionalnya dan akhirnya tidak bisa mendapatkan raport, ujung-ujungnya tidak bisa mendapatkan ijazah"
"Sebenarnya salah satunya adalah untuk pemerataan pendidikan. Contohnya tahun ini SMP Negeri 4 dikurangi kuotanya. Yang sudah-sudah satu kelas 36 siswa. Khusus tahun ini hanya diperbolehkan menerima 32 satu kelas"
Jadi kepada Bapak Ibu kami sampaikan untuk anak-anaknya yang di SD mau melanjutkan ke SMP tidak usah khawatir. Sebenarnya jumlah bangku SMP terutama SMP Negeri cukup untuk menampung seluruh lulusan SD yang ada di Kota Bengkulu"
"Di sini juga yang saya hormati Bapak Juliani Dono dari Diknas dan juga Pak Kasi dari Dinas Perhubungan dan PU PUPR. Di sini saya membawa tiga orang untuk kalau ada yang mengeluh atau yang ingin membahas. Karena sebelum reses saya juga sudah mendengar tentang minta tolong jalan, ada lampu"*
"Semoga nanti bisa lebih cepat lagi prosesnya. Tapi ya kata belum bisa dalam waktu dekat insyaallah akan kita usahakan"*
"Ini adalah kewajiban kami sebagai wakil rakyat untuk turun langsung mendengar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi dari Tokoh Masyarakat dan warga hari ini akan kami catat dan kami perjuangkan serta kami koordinasikan dengan OPD terkait", tutup Fenty.
