Skip to main content
x
Ketua Umum PB PII Kevin Prayoga mengimbau agar aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026 berlangsung tertib dan damai serta menolak segala bentuk provokasi dan penunggangan politik.

PB PII Imbau Aksi 27 Agustus Berlangsung Damai, Tolak Provokasi dan Penunggangan Politik

Wartaprima.com, Jakarta - Rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pada 27 Agustus 2026 mendatang mendapat perhatian dari kalangan pelajar. Aksi tersebut diharapkan dapat berlangsung tertib dan damai sehingga tidak mengganggu stabilitas keamanan maupun ketertiban masyarakat.

Menanggapi dinamika tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Kevin Prayoga, mengimbau penyelenggara dan seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu kericuhan.

Menurut Kevin, pengalaman eskalasi yang terjadi di Pati pada 2025 sempat menjadi salah satu faktor yang turut mendorong munculnya rangkaian demonstrasi pada Agustus di tahun yang sama. Dampaknya tidak hanya dirasakan di wilayah Pati, tetapi juga meluas hingga Jakarta dan sejumlah daerah lainnya.

Karena itu, PB PII menilai penting agar situasi serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan demonstrasi tahun ini. Penyampaian aspirasi masyarakat, menurutnya, tetap merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun harus dilakukan dengan memperhatikan ketertiban umum serta keselamatan masyarakat.

Kevin juga menegaskan sikap PB PII yang menolak segala bentuk provokasi maupun penunggangan kepentingan politik dalam aksi unjuk rasa. Ia mengingatkan bahwa masuknya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat memperbesar potensi gesekan dan meningkatkan eskalasi di lapangan.

Ia pun mengajak masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda, untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang bersifat provokatif. Sikap kritis dan kewaspadaan dinilai diperlukan agar penyampaian aspirasi tidak berkembang menjadi konflik horizontal yang merugikan masyarakat luas.

Menurut PB PII, aspirasi publik semestinya tetap disalurkan melalui mekanisme yang konstitusional dan bertanggung jawab. Dialog serta komunikasi yang konstruktif dinilai dapat menjadi ruang untuk menyampaikan tuntutan masyarakat tanpa mengorbankan keamanan dan ketertiban.

PB PII juga berharap aparat penegak hukum bersama seluruh pihak terkait dapat mengawal pelaksanaan aksi secara persuasif dan preventif. Sinergi antara aparat, masyarakat, pelajar, dan generasi muda diharapkan dapat menjaga Kabupaten Pati tetap aman, damai, dan kondusif selama rangkaian aksi berlangsung. (**)