Skip to main content
x
Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong, Ir. H. Ahmad Faizir, M.M.,

Ketua BMA Rejang Lebong Ajak Orang Tua Awasi Anak, Tegaskan Geng Motor Tak Sesuai Nilai Adat dan Budaya Bangsa

REJANG LEBONG, Wartaprima.com – Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong, Ir. H. Ahmad Faizir, M.M., mengajak para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari, guna mencegah mereka terlibat dalam aksi geng motor maupun tindak kriminal lainnya.

Menurut Ahmad Faizir, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, etika, dan budi pekerti anak. Pengawasan yang baik dari orang tua menjadi langkah awal untuk melindungi generasi muda dari pengaruh pergaulan negatif yang dapat merusak masa depan.

"Kami mengimbau seluruh orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Ketahui dengan siapa mereka bergaul dan arahkan mereka pada kegiatan yang positif agar tidak terpengaruh oleh aksi geng motor maupun bentuk kenakalan remaja lainnya," ujarnya.

Ia menegaskan, aksi geng motor sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai adat istiadat maupun budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi sopan santun, kebersamaan, musyawarah, dan saling menghormati.

"Perilaku geng motor bukan bagian dari budaya kita. Sebaliknya, budaya Rejang mengajarkan hidup rukun, menghormati sesama, dan menjaga ketertiban. Karena itu, generasi muda harus menjadi penerus yang menjaga nilai-nilai adat, bukan justru melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat," tegas Ahmad Faizir.

Selain mengajak orang tua meningkatkan pengawasan, Ketua BMA Rejang Lebong juga meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap setiap bentuk kriminalitas, termasuk aksi geng motor yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami mendukung aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kriminalitas dan geng motor sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum yang konsisten sangat penting untuk memberikan efek jera sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat Rejang Lebong," katanya.

Ahmad Faizir berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, lembaga pendidikan, hingga aparat keamanan, terus bersinergi dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berbudaya, serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kearifan lokal.

"Kalau semua pihak bersatu menjaga anak-anak kita, Insya Allah Rejang Lebong akan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan kondusif, serta terbebas dari aksi geng motor maupun tindak kriminal lainnya," pungkasnya. (Adv)