Harga Emas Tinggi, Warga Ramai-ramai Jual Perhiasan
Wartaprima.com - Di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Harga emas perhiasan 24 karat Rp 805.000 dan 22 karat Rp 540.000. Hal ini membuat masyarakat ramai mendatangi toko mas untuk menjual perhiasan sebagai tambahan penghasilan. Salah satu toko mas di Kota Bengkulu bahkan bisa kedatangan 10 pelanggan setiap harinya. Berbeda dengan hari biasa saat harga emas masih normal Rp 600 ribu dan sebelum virus korona, setiap hari hanya 3 sampai 5 orang menjual perhiasannya.
"Iya sehari itu bisa 10 orang yang menjual perhiasan nya, karena saat ini harga emas sedang tinggi," kata Putra selaku karyawan toko mas Asia di Jl. Kz Abidin.
Sementara itu, Dina salah satu warga Sawah Lebar mengaku menjual perhiasannya untuk menambah penghasilan jelang bulan ramdahan. Terlebih lagi akibat dampak dari virus korona membuat perekonomian agak tersendat.
"Saya jual, soalnya uang belanja kurang semenjak Corona, terpaksa jual perhiasan untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi mau Ramadan banyak pengeluaran, jadi jual dulu nanti kalau selesai Corona Insya Allah bisa beli lagi," ujarnya.
Pantauan media ini, sejumlah pengunjung yang sebagian besar ibu-ibu dan kalangan anak muda yang sedang mengantri di etalase toko emas itu.
