Skip to main content
x
rutan

WBP Rutan Bengkulu Hasilkan Lemari Minimalis Lewat Program Meubeler

Rutan Bengkulu Fasilitasi Warga Binaan Kembangkan Minat dan Keterampilan Lewat Kegiatan Meubeler

24 September 2025

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan. Salah satu program terbaru yang dijalankan adalah kegiatan meubeler, yakni pembuatan perabot rumah tangga sederhana, seperti lemari pakaian minimalis. Program ini dilaksanakan secara rutin di bawah pengawasan pembina kemandirian serta petugas pengamanan rutan.

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando dalam keterangannya menyatakan bahwa kegiatan meubeler ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian. Tujuannya agar warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga mengasah keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat. “Kami ingin memberikan bekal yang nyata kepada warga binaan. Dengan keterampilan ini, mereka bisa lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas nanti,” ujar Yulian.

Menurut penjelasan pihak rutan, pelatihan meubeler melibatkan sejumlah warga binaan yang memiliki minat pada bidang pertukangan. Mereka diajari cara membuat perabot sederhana mulai dari tahap pengukuran, pemotongan, perakitan, hingga finishing. Semua kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspek keamanan, sehingga setiap peralatan yang digunakan berada dalam pengawasan ketat petugas.

Saat ini, produk meubeler yang dihasilkan, seperti lemari pakaian minimalis, masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal rutan. Misalnya, melengkapi sarana di ruang pembinaan, gudang, maupun kebutuhan penyimpanan di lingkungan rutan. Meski begitu, pihak rutan membuka peluang ke depan agar hasil karya warga binaan dapat dipasarkan ke masyarakat luas. Dengan begitu, program ini tidak hanya bermanfaat bagi internal, tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan bagi negara serta memberi penghargaan nyata kepada keterampilan warga binaan.

"Selain manfaat keterampilan, kegiatan ini juga menumbuhkan kebersamaan di antara warga binaan. Mereka belajar bekerja dalam tim, membagi tugas, dan saling mendukung. Hal ini secara tidak langsung menciptakan suasana kondusif di dalam rutan, sekaligus membantu menjaga stabilitas keamanan. Ke depan, kami berencana merancang kerjasama dengan pemerintah kota untuk dapat memfasilitasi kegiatan keterampilan seperti ini. Sehingga nantinya diharapkan jenis meubeler yang dibuat dapat lebih bervariasi, misalnya meja belajar, kursi, atau rak buku. Dengan variasi produk yang lebih banyak, warga binaan akan memiliki kesempatan mengasah kreativitas sekaligus menambah wawasan mengenai dunia pertukangan," pungkas Yulian.