Skip to main content
x
Anggota DPD RI/MPR RI Provinsi Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mendorong masyarakat untuk terus memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Destita Dorong Warga Perkuat Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Bengkulu -  Anggota DPD RI/MPR RI Provinsi Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mendorong masyarakat untuk terus memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Destita saat melaksanakan kegiatan Penguatan Wewenang MPR RI di Posyandu Sedap Malam, Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, 20 Juni 2026.

Menurut Destita, nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Sikap saling menghormati, membantu sesama, mengedepankan musyawarah, serta menjaga kerukunan merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat.

Destita juga mengajak masyarakat menjadikan berbagai kegiatan sosial sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian. Menurutnya, kegiatan seperti gotong royong, pertemuan warga, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas Posyandu dapat menjadi sarana membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarwarga.

“Pancasila harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari saling menghargai, membantu sesama, bermusyawarah ketika menghadapi persoalan, dan menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing,” ujar Destita.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat Kelurahan Surabaya turut menyampaikan berbagai aspirasi dan pandangan terkait kehidupan sosial serta penguatan wawasan kebangsaan. Warga menilai kerukunan yang selama ini terjaga menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Masyarakat juga menyampaikan bahwa Posyandu Sedap Malam tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Posyandu juga menjadi ruang interaksi warga untuk bertukar informasi, membangun kepedulian, dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan kelurahan.

Destita menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan nilai kebangsaan dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Budaya gotong royong dan kepedulian sosial, kata dia, perlu terus dipertahankan karena menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan dari tingkat lingkungan.

Selain mendorong penerapan nilai Pancasila, Destita juga menekankan pentingnya menjaga ruang komunikasi antara masyarakat dan lembaga negara. Aspirasi yang disampaikan secara langsung, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dengan wakilnya di lembaga negara.

“Dialog seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya memahami tugas dan wewenang MPR RI, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan dan harapannya. Aspirasi masyarakat akan menjadi bagian penting dalam melihat persoalan dan kebutuhan yang berkembang di daerah,” kata Destita.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai tugas dan wewenang MPR RI serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Destita berharap pemahaman kebangsaan yang diperoleh masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dengan menjaga toleransi, musyawarah, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.