Skip to main content
x
.

“Di Tengah Kemarau, Babinsa Berpacu dengan Kobaran Api”.

 

Bawen– Musim kemarau panjang kembali menyisakan ancaman. Di tengah lahan yang mengering dan rumpun bambu yang mudah terbakar, kobaran api muncul di lahan milik Jono dan Sucipto, warga Dusun Ngrawan Kidul RT 005/RW 004, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (15/09).

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.15 WIB. Kepulan asap yang membumbung dari kawasan lahan bambu tersebut sontak memicu kekhawatiran warga, terlebih kondisi lingkungan yang kering akibat kemarau panjang membuat api berpotensi menjalar dengan cepat.

Menyadari bahaya yang mengancam, saksi mata Bambang Sulistiyo dan Karjono segera melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa Koramil 13/Bawen. Laporan itu pun langsung direspons dengan cepat.

Danramil 13/Bawen Lettu Cba Sugiyanto bersama anggota Koramil, personel Polsek Bawen, serta tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung berupaya memadamkan kobaran api sekaligus melokalisasi area terbakar agar tidak merembet semakin luas.

Di tengah teriknya cuaca, petugas berpacu dengan api. Rumpun-rumpun bambu yang kering menjadi bahan bakar alami yang membuat kobaran api mudah membesar. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan menyisir titik-titik api yang masih menyala untuk mencegah munculnya kembali bara yang dapat memicu kebakaran susulan.

Kecepatan warga dalam melaporkan kejadian menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kebakaran. Begitu informasi diterima, aparat kewilayahan bersama kepolisian dan petugas Damkar segera turun ke lapangan sehingga api dapat segera ditangani sebelum menjalar ke wilayah yang lebih luas.

Kebakaran lahan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kemarau panjang meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada lahan yang dipenuhi rumput, semak, daun kering, dan rumpun bambu.

Di tengah kondisi cuaca yang masih kering, kewaspadaan masyarakat menjadi benteng pertama untuk mencegah api berkembang menjadi bencana. Setiap kepulan asap dari lahan terbuka perlu segera diwaspadai dan dilaporkan, karena dalam kondisi seperti ini, api kecil dapat berubah menjadi ancaman besar hanya dalam waktu singkat.

Sinergi antara masyarakat, Babinsa, kepolisian, dan petugas pemadam kebakaran pun menjadi kunci. Kecepatan bertindak bukan sekadar memadamkan api, tetapi juga menjaga agar kobaran tidak sampai mengambil lebih banyak ruang dan mengancam keselamatan warga serta lingkungan di sekitarnya.