Skip to main content
x
Rutan Manna Edukasi WBP tentang Pencegahan TBC

Rutan Manna Edukasi WBP tentang Pencegahan TBC, Perkuat Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat

MANNA  – Pencegahan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC), menjadi perhatian serius Rutan Kelas IIB Manna. Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), jajaran Rutan Manna melaksanakan Pengarahan Kesehatan tentang Pencegahan TBC pada Sabtu (26/09/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB tersebut dilaksanakan di Halaman Blok E Rutan Kelas IIB Manna dan diikuti oleh WBP. Edukasi diberikan oleh Tim Medis Klinik Pratama Rutan Manna sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan di lingkungan hunian.

Kegiatan dibuka oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P. Dalam arahannya, Rio menekankan pentingnya deteksi dini serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengingat kondisi hunian pemasyarakatan yang bersifat komunal.

«“Rutan adalah lingkungan komunal. Satu orang batuk sembarangan, risikonya dapat berdampak kepada yang lain. Karena itu, deteksi dini dan PHBS menjadi kunci utama dalam mencegah TBC,” ujar Rio.»

Memasuki sesi inti, Ns. Aprianto, S.Kep., dari Klinik Pratama Rutan Manna memberikan edukasi mengenai TBC secara sederhana dan mudah dipahami. Materi meliputi pengertian TBC, cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan.

Aprianto menjelaskan bahwa WBP perlu segera melaporkan kepada petugas medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC sehingga dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

«“Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk lebih dari dua minggu, demam terutama pada malam hari, berat badan menurun, dan berkeringat pada malam hari. Jika mengalami gejala tersebut, jangan ditutupi dan segera laporkan kepada Klinik. Kita juga harus menerapkan etika batuk, menggunakan masker ketika batuk, membuka jendela agar sirkulasi udara dan sinar matahari masuk, serta tidak meludah sembarangan,” jelas Aprianto.»

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Hastomo Arbi, S.E., turut menekankan pentingnya kedisiplinan seluruh WBP dalam menjaga kebersihan lingkungan hunian.

«“Kebersihan merupakan bagian dari keamanan. Blok yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik dapat membantu mencegah penyakit serta menciptakan hunian yang kondusif. Saya minta seluruh WBP disiplin menjaga kebersihan dan mendukung penuh program skrining TBC yang akan rutin kita laksanakan,” tegas Hastomo.»

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para WBP antusias menyampaikan pertanyaan seputar gejala, pencegahan penularan, serta penerapan PHBS di lingkungan blok. Edukasi juga diperkuat dengan praktik cuci tangan yang benar dan penerapan etika hidup bersih dan sehat.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kesehatan WBP merupakan salah satu prioritas dalam pelaksanaan fungsi pemasyarakatan.

«“Kesehatan WBP adalah tanggung jawab kami. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Melalui edukasi TBC ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa Rutan yang sehat dimulai dari perilaku penghuninya yang sehat. Tim medis akan terus kami dorong untuk melakukan skrining aktif secara rutin,” pungkas Hannibal.»

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan edukasi kesehatan tersebut, Rutan Kelas IIB Manna terus berkomitmen meningkatkan kesadaran WBP terhadap pentingnya deteksi dini, kebersihan lingkungan, PHBS, serta pencegahan penyakit menular sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan Rutan yang sehat, aman, dan kondusif.