Tinjau Balai Pelatihan Kerja, Kapolresta Bengkulu Imbau Peserta Jauhi Judi Daring dan Waspada Penipuan Online
Bengkulu – Wujud nyata semangat Polisi Bersama Masyarakat terus dilakukan Polresta Bengkulu melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Selain mendorong peningkatan keterampilan dan membuka peluang kerja bagi masyarakat, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H., juga memberikan imbauan kepada peserta pelatihan agar menjauhi praktik judi daring serta berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan online.
Imbauan tersebut disampaikan saat Kapolresta Bengkulu meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Bengkulu, UPTD Balai Pelatihan Kerja, di Jalan Merapi Raya, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Kamis (29/10/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta pelatihan tersebut, Kapolresta Bengkulu menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan waktu dan kemampuan secara positif, terutama bagi mereka yang sedang berusaha meningkatkan keterampilan demi memperoleh pekerjaan.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H., menyampaikan bahwa peserta pelatihan harus mampu menjaga diri dari pengaruh negatif di lingkungan sekitar maupun di ruang digital, termasuk godaan judi online yang dapat merugikan kondisi ekonomi dan masa depan.
“Kami mengingatkan seluruh peserta pelatihan agar menjauhi judi online. Jangan mudah tergiur dengan janji keuntungan besar dalam waktu singkat, karena judi daring justru berpotensi menimbulkan kerugian dan masalah ekonomi. Manfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan, membangun masa depan, dan meraih pekerjaan yang lebih baik,” tegas Kapolresta Bengkulu.
Selain mengingatkan bahaya judi daring, Kapolresta juga mengimbau peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan online, terutama tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi, investasi yang tidak jelas, maupun permintaan transfer uang dengan alasan tertentu.
Masyarakat diminta untuk selalu memeriksa kebenaran informasi, memastikan identitas pihak yang menghubungi, serta tidak sembarangan membagikan data pribadi, kode OTP, PIN, atau informasi perbankan kepada orang yang tidak dikenal. Apabila menemukan indikasi penipuan, masyarakat diharapkan segera melakukan langkah pengamanan dan melaporkannya kepada pihak berwenang.
“Di era digital ini, kita harus semakin cerdas dan berhati-hati. Jangan mudah percaya terhadap tawaran yang belum jelas kebenarannya, apalagi jika meminta uang atau data pribadi. Kami ingin masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif, mencari informasi pekerjaan yang terpercaya, dan mengembangkan usaha, bukan justru menjadi korban penipuan,” ujar Kapolresta melalui kegiatan tersebut.
Melalui program Polisi Peduli Pengangguran, Polresta Bengkulu tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan dan perluasan peluang kerja, tetapi juga berupaya membangun kesadaran masyarakat agar terhindar dari berbagai persoalan sosial dan kejahatan digital.
Polresta Bengkulu mengajak seluruh peserta pelatihan dan masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan diri, menjaga keamanan dalam beraktivitas di dunia digital, serta saling mengingatkan agar tidak terjerumus dalam praktik yang merugikan.
