Skip to main content
x
rutan bengkulu

Rutan Bengkulu Terima Dua Tersangka Korupsi BOS SMPN 17

Rutan Bengkulu Terima Dua Tahanan Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS SMP 17 Bengkulu

11 September 2024

Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menerima dua tahanan baru yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP 17 Bengkulu, pada Rabu (11/9). Kedua tahanan tersebut, IM selaku mantan Kepala Sekolah dan YN selaku bendahara di SMPN 17 Kota Bengkulu, diserahkan oleh Kejaksaan Negeri Bengkulu setelah berkas perkara mereka dinyatakan lengkap (P21) dan siap untuk proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando, menjelaskan bahwa penerimaan kedua tersangka dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Kami menerima pelimpahan kedua tersangka dari Kejaksaan Negeri Bengkulu dengan mengikuti seluruh tahapan administrasi dan pemeriksaan awal untuk memastikan kondisi kesehatan mereka sebelum masuk ke blok tahanan," kata Yulian.

Kedua tersangka tersebut ditahan dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana BOS yang menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1,2 milyar. Dana BOS yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan operasional sekolah diduga digunakan tidak sesuai dengan ketentuan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, modus yang digunakan oleh para tersangka yaitu dengan membuat surat pertanggungjawaban (SPJ) fiktif.

Sebagai langkah awal, kedua tahanan tersebut menurut Yulian akan ditempatkan di sel Mapenaling (Masa Pengenalan Lingkungan). Selain itu, Yulian Fernando juga menambahkan selain melakukan verifikasi kelengkapan berkas penahanan, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap kedua tersangka sebelum mereka resmi ditempatkan di dalam sel. 

"Rutan Bengkulu memiliki komitmen untuk menerapkan standar prosedur penahanan yang adil dan sesuai peraturan. Kami memastikan setiap tahanan yang masuk dalam kondisi sehat, terutama dengan mempertimbangkan situasi kesehatan saat ini. Jika diperlukan, mereka akan mendapatkan perawatan medis dari klinik yang ada di Rutan Bengkulu," pungkas Yulian.