Akhirnya, Desa Penyandang Diberi Fasilitas
Wartaprima.com - Pihak Dinas Transmigrasi Bengkulu Selatan memberikan fasilitas yang menjadi masuknya transmigrasi umum kewilayah Desa Penyandingan pada (22-11-2002).
Lokasi induk Desa Penyandingan dari Kaki Lembah Muka di pindahkan ke Pematang Ciwer Dan Tanjung Ilung. Hal ini dikarenakan lokasi Desa Penyandingan lama tidak memungkinkan untuk didirikan sebagai pemukiman masyarakat.
Disamping itu, terkendala di transportasi yang tidak memungkinkan untuk dibangun jembatan. Maka pada tahun ini masuklah masyarakat transmigrasi yang berasal dari Aceh yang merupakan korban konflik perang di Aceh.
Namun, masyarakat transmigrasi hanya bertahan kurang dari 1 tahun. Kemudian pemukiman di wilayah transmigrasi Desa Penyandang mulai ditinggalkan oleh warga, bahkan saat ini wilayah tersebut hanya dihuni oleh 3 kartu keluarga KK.
Lanjut, pada tahun 2005 - 2007 Kepala Desa Penyandang mulai mengajak masyarakat yang berasal dari Daerah Lampung Barat, Jawa, Krui, dan khususnya di wilayah Trans Desa Penyandang untuk menggarap lahan pertanian di Desa ini.
Sementara itu, Kepala desa Penyandang Suparyoto, mengatakan ke pada media, bahwa warganya saat ini sangat senang sekali, terutama listrik yang saat ini sudah masuk ke desa dan masyarakat sudah memasang kilometer di tiap rumah.
"Dan rumah warga sudah di anggarkan dengan anggaran dana desa Sebanyak 30 buah rumah sesuai dengan jumlah KK, dan saat ini juga dapat bantuan unggas, dan kepada pemetintahan kami masih terus berharap adanya pembangunan di desa kami, misalnya pembangunan peningkatan jalan desa kami agar di bsngun hotmix," kata Suparyoto, Sabtu (08/11/2019)
Untuk diketahui, kurang lebih 75 KK yang mulai berdatangan dan tinggal di rumah yang dibangun oleh pihak dinas transmigrasi. Namun berkisar 30 KK lagi, yang pada umumnya warga trans Desa tersebut dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya dari mengelola lahan pertanian dan kebun kopi. (jh)
